Bursa Saham

Laba Emiten Kertas Melonjak, Simak Rekomendasi Saham TKIM dan INKP

37
×

Laba Emiten Kertas Melonjak, Simak Rekomendasi Saham TKIM dan INKP

Sebarkan artikel ini
Tumpukan gulungan kertas besar di fasilitas produksi pabrik kertas industri.
Kinerja keuangan emiten kertas seperti TKIM dan INKP mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada semester I-2026.

JAKARTA – Sektor industri kertas mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang Semester I-2026. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menjadi emiten yang membukukan pertumbuhan laba bersih impresif di tengah dinamika ekonomi global.

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) melaporkan laba bersih sebesar US$ 262,49 juta, melonjak 166,83% secara tahunan (YoY). Penjualan bersih perseroan tercatat tumbuh 7,79% YoY menjadi US$ 528,55 juta.

Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 372,33 juta atau naik 127,45% YoY. Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kenaikan penjualan sebesar 8,74% YoY yang mencapai US$ 1,7 miliar.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pertumbuhan laba kedua emiten tersebut mencerminkan ekspansi margin yang berkualitas. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan operasional yang lebih efisien, bukan sekadar peningkatan volume penjualan.

Wafi memaparkan tiga faktor utama yang menopang ekspansi margin tersebut. Faktor itu meliputi perbaikan harga pulp global, efisiensi biaya energi, serta pergeseran bauran produk ke segmen dengan nilai tambah lebih tinggi.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memberikan keuntungan bagi emiten kertas yang berorientasi ekspor. Pendapatan dalam mata uang dolar AS, sementara sebagian biaya operasional dalam rupiah, menciptakan perlindungan alami atau natural hedge bagi perseroan.

Menghadapi Semester II-2026, prospek industri kertas dinilai masih cukup optimistis. Permintaan global mulai pulih dari kondisi kelebihan pasokan (oversupply) yang sempat menekan pasar sebelumnya.

Posisi Indonesia sebagai produsen kertas yang kompetitif dari sisi biaya menjadi keunggulan tersendiri di pasar ekspor. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan persaingan ketat dari produsen asal China.

Di sisi lain, Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, mengingatkan agar investor mencermati kualitas pertumbuhan laba tersebut. Menurutnya, kontribusi keuntungan dari selisih kurs memiliki porsi yang cukup besar dalam lonjakan laba bersih emiten.

Sukarno menekankan pentingnya membedakan antara laba yang berasal dari operasional inti dan laba non-operasional. Meski demikian, ia memproyeksikan segmen kemasan akan tetap menjadi penopang utama kinerja hingga akhir tahun.

Pertumbuhan sektor e-commerce dan perdagangan global diprediksi terus mendorong permintaan produk kemasan. Namun, segmen kertas cetak dan tulis menghadapi tantangan struktural akibat percepatan arus digitalisasi.

Analis merekomendasikan saham INKP dengan target harga di kisaran Rp9.800 hingga Rp11.600 per saham. Sementara itu, saham TKIM disarankan dengan target harga Rp3.200 per saham.