Regulasi

BBRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Pastikan Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

191
×

BBRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Pastikan Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp52,1 triliun. Keputusan ini telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar awal bulan ini.

Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp346 per lembar. Nominal tersebut sudah mencakup dividen interim senilai Rp20,6 triliun atau Rp137 per saham yang telah didistribusikan perusahaan pada Januari 2026 lalu.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini dimungkinkan berkat fundamental keuangan perseroan yang kokoh. Sepanjang tahun 2025, BRI mencatatkan laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.

“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas,” ujar Royadi dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Data keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan posisi ekuitas sebesar Rp330,9 triliun, tumbuh 2,4% secara tahunan (*year on year*). Royadi menegaskan bahwa angka tersebut sudah memperhitungkan seluruh kewajiban pembayaran dividen, baik dividen interim maupun final tahun buku 2025.

Dari sisi likuiditas, bank pelat merah ini mencatatkan rasio kecukupan likuiditas (*Liquidity Coverage Ratio*/LCR) sebesar 136,9% dan *Net Stable Funding Ratio* (NSFR) di level 117,7%. Angka ini mencerminkan struktur pendanaan BRI yang stabil.

Sementara itu, dari aspek permodalan, BRI tetap berada dalam kondisi kuat dengan *Capital Adequacy Ratio* (CAR) konsolidasi sebesar 26,63% dan *bank only* sebesar 23,52%. Rasio ini jauh melampaui ketentuan regulator, sehingga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus melakukan ekspansi di tahun 2026.

Menyongsong tahun 2026, BRI menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit di kisaran 7% hingga 9% secara tahunan. Target tersebut sejalan dengan optimisme perusahaan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, terutama pada sektor UMKM.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…