Tutup
Regulasi

Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Kini Jadi Rp2,774 Juta Per Gram

50
×

Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Kini Jadi Rp2,774 Juta Per Gram

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini, Selasa. Berdasarkan data dari laman Logam Mulia per pukul 09.16 WIB, harga emas Antam turun sebesar Rp25.000 menjadi Rp2.774.000 per gram, dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp2.799.000 per gram.

Sejalan dengan penurunan harga jual, harga beli kembali (*buyback*) juga ikut terkoreksi menjadi Rp2.584.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Dalam setiap transaksi emas, Antam menerapkan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh ukuran emas batangan, mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram.

Bagi investor yang melakukan transaksi *buyback* dengan nilai di atas Rp10 juta, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besarannya adalah 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP, di mana pajak tersebut akan dipotong langsung dari total nilai *buyback*.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, pembeli dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian nantinya akan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berikut adalah daftar harga emas Antam terbaru per hari ini:

* 0,5 gram: Rp1.437.000
* 1 gram: Rp2.774.000
* 2 gram: Rp5.488.000
* 3 gram: Rp8.207.000
* 5 gram: Rp13.645.000
* 10 gram: Rp27.235.000
* 25 gram: Rp67.962.000
* 50 gram: Rp135.845.000
* 100 gram: Rp271.612.000
* 250 gram: Rp678.765.000
* 500 gram: Rp1.357.320.000
* 1.000 gram: Rp2.714.600.000

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 tertekan di tengah meningkatnya volatilitas pasar saham dalam beberapa waktu terakhir. Namun, beberapa saham dari indeks tersebut tetap punya daya tarik bagi investor. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks Sumbarbisnis.com100 telah terkoreksi 32,35% year to date (ytd) ke level 807,375 hingga Jumat (29/5/2026). Penurunan kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 ternyata lebih curam ketimbang Indeks Harga Saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mencatat kenaikan moderat pada perdagangan awal pekan ini karena investor mengamati perkembangan dalam negosiasi perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran dan menyambut baik peluncuran chip komputer baru yang menjanjikan untuk membawa kecerdasan buatan ke komputasi pribadi. Senin (1/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 46,42 poin atau 0,09%, menjadi 51.078,88, indeks S&P 500 menguat 19,90 poin…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks masih menunggu datangnya sentimen positif untuk bisa kembali naik harga. Untuk perdagangan pekan ini, analis memproyeksi harga big banks masih akan dipengaruhi beberapa sentimen. Adapun dalam perdagangan sepekan kemarin, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun paling dalam 3,39% menjadi Rp 5.700. Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat di harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Sumbarbisnis.com100 masih berada dalam tekanan berat di tengah tingginya volatilitas pasar saham. Namun, di balik pelemahan tersebut, sejumlah analis justru melihat peluang akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah murah dan berpotensi memimpin pemulihan pasar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks Sumbarbisnis.com100 terkoreksi 32,35% secara year to date (ytd) hingga 29 Mei 2026 ke level 807,375. Penurunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Menurutnya, keberadaan DSI berpotensi memperbaiki transparansi ekspor, meningkatkan kualitas pencatatan devisa hasil ekspor, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mengawali Juni dengan bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah peluncuran chip terbaru Nvidia, mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran yang kembali menekan harga energi. Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones melemah 0,35% ke 50.855,46. Sementara itu, S&P 500…