Tutup
EkonomiNewsProperti

Harga Rumah Selangit, Milenial Menyerah dan Gen Z Masih Berjuang Punya Hunian Impian

390
×

Harga Rumah Selangit, Milenial Menyerah dan Gen Z Masih Berjuang Punya Hunian Impian

Sebarkan artikel ini
harga-rumah-selangit,-milenial-menyerah-dan-gen-z-masih-berjuang-punya-hunian-impian
Harga Rumah Selangit, Milenial Menyerah dan Gen Z Masih Berjuang Punya Hunian Impian

Jakarta – Mimpi generasi muda Amerika Serikat (AS) untuk memiliki rumah pribadi kian menjauh. Lonjakan harga rumah, suku bunga tinggi, dan minimnya pasokan properti menjadi penghalang utama.Bankrate melaporkan, satu dari enam calon pembeli rumah di AS menyerah dalam enam tahun terakhir. Mereka tak sanggup lagi mengejar impian memiliki hunian sendiri.

Survei terbaru ini mengungkap tren jangka panjang yang mengkhawatirkan. Generasi muda merasa semakin sulit meraih peluang finansial dibandingkan generasi sebelumnya.Sebanyak 54% generasi Z (Gen Z) yang disurvei meyakini generasi tua memiliki prospek lebih baik untuk membeli rumah.

Kepemilikan rumah tetap menjadi tujuan utama bagi banyak warga AS. Namun, jurang antara kemampuan finansial dan harga properti semakin lebar.

Hanya 7% calon pemilik rumah yang aktif mencari rumah atau menghadiri open house. Gen Z menjadi generasi yang paling aktif berburu rumah (9%), disusul millennials dan Gen X (7%), serta baby boomer (5%).

Millennials menjadi generasi yang paling mungkin menyerah pada impian memiliki rumah (22%). Sementara itu, hanya 12% Gen Z yang menghentikan pencarian mereka.

Tekanan finansial lebih berat dirasakan generasi yang lebih tua. Harga rumah kini jauh melampaui pendapatan rata-rata mereka.

Saat ini, pembeli rumah harus berpenghasilan lebih dari US$50.000 (sekitar Rp830 juta) per tahun untuk mampu membayar rumah.

Rumah dengan harga menengah membutuhkan pendapatan tahunan sekitar US$116.600 (sekitar Rp1,94 miliar).

Apartemen seharga menengah memerlukan US$64.200 (sekitar Rp1,06 miliar) per tahun.

Rata-rata rumah tangga Amerika saat ini berpenghasilan sekitar US$86.400 (sekitar Rp1,43 miliar). Hal ini membuat kepemilikan rumah semakin sulit dicapai.

survei ini menegaskan, kepemilikan rumah bukan satu-satunya komponen “American Dream” yang mulai terasa tidak terjangkau bagi generasi muda.