Tutup
EkonomiInvestasiNewsPolitik

Ibas Serukan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok di CESC 2025

755
×

Ibas Serukan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok di CESC 2025

Sebarkan artikel ini
hadiri-cesc-2025,-ibas-yudhoyono-dorong-kerja-sama-ri-tiongkok-diperkuat
Hadiri CESC 2025, Ibas Yudhoyono Dorong Kerja Sama RI-Tiongkok Diperkuat

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro yudhoyono (Ibas), mendorong penguatan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di berbagai sektor.

Seruan ini Ibas sampaikan saat menjadi pembicara di China Economic and Social Council (CESC) 2025.

Ibas menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan, budaya, dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Ia juga mengajak semua pihak untuk mempererat hubungan bilateral berdasarkan saling pengertian.

“Di setiap pertemuan antar bangsa, kita tidak hanya bertukar kata-kata, tetapi juga bertukar harapan,” ujar Ibas, Minggu (21/9/2025).

Ibas mengingatkan, Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah persahabatan yang panjang, terjalin melalui jalur sutra dan rempah.

Persahabatan ini, menurutnya, harus terus dilanjutkan untuk membangun masa depan bersama.

Ibas menyoroti sejumlah tantangan global, seperti krisis iklim, pemulihan pascapandemi, ketidaksetaraan, dan disinformasi.

Ia menegaskan pentingnya persatuan peradaban untuk menciptakan harmoni dunia.

Menurut Ibas, Tiongkok adalah mitra strategis penting bagi Indonesia dalam berbagai proyek besar.

Ia mencontohkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, investasi baterai kendaraan listrik, dan pembangunan kawasan industri hijau.

“jalur Sutra bukan hanya sekadar kenangan, tetapi juga kerangka hidup untuk kerja sama masa depan,” katanya.

Kerja sama di bidang budaya dan pendidikan juga menjadi perhatian Ibas.

Ia mencontohkan inisiatif bersama seperti penelitian di bidang kesehatan, iklim, dan teknologi, serta program pertukaran bahasa dan universitas.

Sebagai Dewan Penasihat KADIN,ibas memaparkan visi Indonesia Emas 2045.

Ia menyampaikan mimpi Indonesia menjadi negara maju yang hijau, digital, dan inklusif.

“Masa depan Indonesia adalah hijau, digital, dan inklusif, tetapi yang paling penting adalah keadilan sosial, tidak ada yang tertinggal,” ungkapnya.

Ibas menyerukan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan visi besar ini.

“Kunci untuk pembangunan global adalah kejelasan visi dan konsistensi dalam tindakan,” pungkasnya.