Tutup
InvestasiNewsRegulasi

ICE Investasi OKX: Aset Digital Sentuh Pasar Modal

201
×

ICE Investasi OKX: Aset Digital Sentuh Pasar Modal

Sebarkan artikel ini
operator-bursa-efek-new-york-suntik-dana-ke-okx
Operator Bursa Efek New York Suntik Dana ke OKX

jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia aset kripto.Bursa OKX baru saja mengumumkan investasi strategis dari Intercontinental Exchange, Inc. (ICE), perusahaan induk dari Bursa Efek New York (NYSE).

Nilai investasi ini sangat fantastis, mencapai US$25 miliar atau setara dengan Rp423,5 triliun.

Kemitraan strategis ini bertujuan untuk menjembatani pasar modal tradisional dengan teknologi blockchain yang inovatif.

Ada empat pilar utama yang menjadi fokus dalam kesepakatan bersejarah ini.

Pertama, pengguna OKX akan mendapatkan akses eksklusif ke saham AS yang ditokenisasi dan derivatif dari NYSE. Fitur ini rencananya akan diluncurkan pada semester II tahun 2026.

Kedua, ICE akan melisensikan data harga spot mata uang kripto dari OKX untuk mendukung pengembangan produk futures aset kripto yang baru.

Ketiga, kedua perusahaan akan berkolaborasi dalam mengembangkan solusi kliring dan manajemen risiko yang memenuhi standar institusional.

Keempat, mereka akan bekerja sama dalam pengembangan infrastruktur kustodi multi-chain dan sistem dompet digital generasi terbaru.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, ICE juga akan mendapatkan kursi di dewan direksi OKX. Investasi ini menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap potensi pasar aset digital.

Ketua dan Kepala Eksekutif ICE, Jeffrey C Sprecher, menyatakan bahwa kemitraan ini akan memperluas akses ritel global ke pasar yang teregulasi oleh ICE.

“Investasi di OKX merupakan bagian dari dorongan strategis kami yang lebih luas ke dalam infrastruktur keuangan berbasis blockchain,” ujarnya.

Pendiri dan Kepala Eksekutif OKX, Star Xu, menambahkan bahwa kemitraan ini akan membangun struktur pasar yang lebih andal.

“Kami menjembatani aset digital dan ekuitas, memperkuat pembentukan harga lintas pasar, serta memenuhi standar institusional untuk manajemen risiko dan kepatuhan,” jelasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Biaya pendanaan (cost of fund) obligasi korporasi masih relatif lebih rendah dibandingkan tahun lalu, meskipun dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan tren kenaikan seiring meningkatnya tekanan global. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terbaru, rata-rata kupon surat utang korporasi tenor tiga tahun tren penurunan yang cukup signifikan pada kuartal I-2026 dibandingkan periode tahun sebelumnya. Bagi emiten…