Tutup
Regulasi

DSI Perkuat Transparansi Ekspor dan Tingkatkan Kepercayaan Investor

61
×

DSI Perkuat Transparansi Ekspor dan Tingkatkan Kepercayaan Investor

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan transparansi perdagangan serta mengoptimalkan devisa hasil ekspor (DHE).

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menyatakan bahwa DSI berpotensi memperbaiki sistem pencatatan ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Komoditas tersebut memiliki kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional, sehingga memerlukan sistem pengelolaan yang lebih akuntabel.

“Pembentukan DSI adalah langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola komoditas SDA strategis. Tujuannya agar nilai ekonomi tercatat secara transparan, devisa kembali ke dalam negeri, dan manfaatnya optimal bagi perekonomian nasional,” ujar David, Senin (1/6/2026).

Dari sisi ekonomi, DSI diproyeksikan mampu menekan praktik *under invoicing* dan *transfer pricing* yang selama ini menjadi tantangan dalam perdagangan komoditas. Jika diimplementasikan dengan optimal, kebijakan ini diyakini dapat memperkuat cadangan devisa, meningkatkan penerimaan negara, menjaga stabilitas nilai tukar, serta memperbaiki kewajaran pendapatan emiten ekspor.

Namun, David mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada fase transisi. Pemerintah diminta untuk memastikan proses implementasi berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas bisnis yang sudah berjalan.

“Masa transisi adalah kunci. Pemerintah perlu memastikan kontrak ekspor yang ada tetap dihormati dan aturan main disampaikan dengan jelas. DSI harus diposisikan sebagai reformasi tata kelola yang pro-pasar dan pro-pertumbuhan, bukan sekadar tambahan birokrasi,” jelasnya.

David juga menekankan besarnya taruhan dalam kebijakan ini, mengingat tiga komoditas awal yang dikelola DSI mencakup sekitar 23 persen dari total ekspor nasional. Kegagalan dalam implementasi dikhawatirkan dapat berdampak pada kepercayaan pembeli global dan persepsi investor internasional.

Oleh karena itu, David menyarankan agar institusi DSI dibangun dengan kredibilitas dan profesionalisme tinggi. Ia menegaskan bahwa transformasi tata kelola ekspor menuju sistem yang berbasis data dan transparan sangat krusial agar manfaatnya dirasakan oleh negara, pelaku usaha, hingga investor publik.

Sebagai langkah lanjutan, David menyarankan pemerintah untuk melakukan evaluasi berkala dengan indikator yang terukur. Fokus utama evaluasi meliputi realisasi DHE, kelancaran arus ekspor, tingkat kepatuhan eksportir, serta dampak nyata terhadap cadangan devisa.

“Jika dijalankan secara konsisten dan transparan, DSI berpotensi menjadi katalis positif bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia,” tutupnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mengawali Juni dengan bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah peluncuran chip terbaru Nvidia, mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran yang kembali menekan harga energi. Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones melemah 0,35% ke 50.855,46. Sementara itu, S&P 500…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejak beberapa bulan kemarin, regulator sudah menetapkan kebijakan baru mengenai batas saham beredar bebas alias free float menjadi minimum 15%. Menjelang tenggat waktu kebijakan ini, sejumlah emiten bank terlihat masih kesulitan meningkatkan jumlah free float-nya. Dari riset Kontan, sampai dengan Senin (1/6/2026), setidaknya masih ada sekitar 24 emiten bank yang jumlah free float-nya belum mencapai free float 15%. Untuk…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar saham Indonesia masih lesu menjelang pertengahan tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi dalam dan tren initial public offering (IPO) sepi tahun ini. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), per 22 Mei 2026 baru ada satu emiten yang IPO sepanjang tahun ini, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan dana dihimpun Rp 0,30 triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25% dapat mempengaruhi preferensi sebagian investor (pemodal), khususnya terhadap instrumen dengan profil risiko relatif lebih rendah seperti produk perbankan. Meski demikian, Head of Marketing Communication Danamart Cindera Hegawan optimistis minat investor…