Tutup
Regulasi

IHSG 10.000 di 2026? Purbaya Optimis Pasar Saham Melesat!

316
×

IHSG 10.000 di 2026? Purbaya Optimis Pasar Saham Melesat!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melampaui level 10.000 pada tahun depan, didorong oleh sinkronisasi kebijakan pemerintah dan prospek ekonomi yang membaik. Bahkan, ia memprediksi IHSG bisa melesat lebih tinggi dari angka tersebut pada akhir 2026.

“Tahun depan (IHSG) 10.000? Oh, lebih. Akhir tahun depan lebih dari 10.000,” ujarnya kepada media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, 31 Desember 2025.

Sebelumnya, Purbaya sempat memproyeksikan IHSG akhir tahun 2025 menembus level 9.000. Pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, IHSG berada di level 8.646,94, naik tipis 0,031 persen atau 2,68 poin. Meskipun sedikit meleset dari perkiraan, Purbaya meyakini IHSG masih berpotensi naik lebih tinggi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, dalam peresmian penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), memaparkan kinerja pasar saham sepanjang tahun 2025.

Iman menjelaskan bahwa pada semester pertama 2025, pasar modal Indonesia menghadapi tantangan global yang cukup berat, mulai dari eskalasi perang dagang, volatilitas nilai tukar, hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

IHSG sempat mengalami koreksi signifikan pada pertengahan Maret hingga awal April 2025, mencapai titik terendah di level 5.996. Namun, Iman menekankan bahwa semester kedua 2025 menjadi momentum kebangkitan IHSG. “Dari fase pemulihan hingga mampu mencetak rekor demi rekor,” ungkapnya.

Capaian positif IHSG sepanjang tahun 2025 antara lain mencatatkan rekor tertinggi (all time high/ATH) sebanyak 24 kali. Selain itu, kapitalisasi pasar juga mencapai rekor tertinggi, menembus lebih dari Rp 16 ribu triliun.

Lebih lanjut, Iman menambahkan bahwa pemulihan pasar juga tercermin pada fundamentalnya. Jumlah investor pasar modal telah melampaui 20 juta, dengan rata-rata 901 ribu investor aktif bertransaksi setiap bulan.

Tercatat pula 26 emiten baru yang melantai di bursa, enam di antaranya merupakan perusahaan besar atau *lighthouse* IPO (Initial Public Offering).

Meskipun jumlah IPO saham pada tahun 2025 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, total dana yang terkumpul mencapai Rp 18,1 triliun, meningkat 27 persen dibandingkan tahun 2024.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pergerakan harga emas terpantau mengalami fluktuasi sejak awal tahun 2026. Meski begitu, emas masih menjadi salah satu portofolio investasi yang dipilih investor. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas dunia pada 2 Januari di level sekitar US$ 4.300 per troy ons. Lalu pada 28 Januari harga sempat menyentuh sekitar US$ 5.400 per troy ons. Berikutnya pada 23 Maret 2026 harga bergerak ke level sekitar US$ 4.400 per…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…