Tutup
Regulasi

IHSG 10.000 di 2026? Purbaya Optimis Pasar Saham Melesat!

368
×

IHSG 10.000 di 2026? Purbaya Optimis Pasar Saham Melesat!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melampaui level 10.000 pada tahun depan, didorong oleh sinkronisasi kebijakan pemerintah dan prospek ekonomi yang membaik. Bahkan, ia memprediksi IHSG bisa melesat lebih tinggi dari angka tersebut pada akhir 2026.

“Tahun depan (IHSG) 10.000? Oh, lebih. Akhir tahun depan lebih dari 10.000,” ujarnya kepada media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, 31 Desember 2025.

Sebelumnya, Purbaya sempat memproyeksikan IHSG akhir tahun 2025 menembus level 9.000. Pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, IHSG berada di level 8.646,94, naik tipis 0,031 persen atau 2,68 poin. Meskipun sedikit meleset dari perkiraan, Purbaya meyakini IHSG masih berpotensi naik lebih tinggi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, dalam peresmian penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), memaparkan kinerja pasar saham sepanjang tahun 2025.

Iman menjelaskan bahwa pada semester pertama 2025, pasar modal Indonesia menghadapi tantangan global yang cukup berat, mulai dari eskalasi perang dagang, volatilitas nilai tukar, hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

IHSG sempat mengalami koreksi signifikan pada pertengahan Maret hingga awal April 2025, mencapai titik terendah di level 5.996. Namun, Iman menekankan bahwa semester kedua 2025 menjadi momentum kebangkitan IHSG. “Dari fase pemulihan hingga mampu mencetak rekor demi rekor,” ungkapnya.

Capaian positif IHSG sepanjang tahun 2025 antara lain mencatatkan rekor tertinggi (all time high/ATH) sebanyak 24 kali. Selain itu, kapitalisasi pasar juga mencapai rekor tertinggi, menembus lebih dari Rp 16 ribu triliun.

Lebih lanjut, Iman menambahkan bahwa pemulihan pasar juga tercermin pada fundamentalnya. Jumlah investor pasar modal telah melampaui 20 juta, dengan rata-rata 901 ribu investor aktif bertransaksi setiap bulan.

Tercatat pula 26 emiten baru yang melantai di bursa, enam di antaranya merupakan perusahaan besar atau *lighthouse* IPO (Initial Public Offering).

Meskipun jumlah IPO saham pada tahun 2025 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, total dana yang terkumpul mencapai Rp 18,1 triliun, meningkat 27 persen dibandingkan tahun 2024.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 tertekan di tengah meningkatnya volatilitas pasar saham dalam beberapa waktu terakhir. Namun, beberapa saham dari indeks tersebut tetap punya daya tarik bagi investor. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks Sumbarbisnis.com100 telah terkoreksi 32,35% year to date (ytd) ke level 807,375 hingga Jumat (29/5/2026). Penurunan kinerja indeks Sumbarbisnis.com100 ternyata lebih curam ketimbang Indeks Harga Saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mencatat kenaikan moderat pada perdagangan awal pekan ini karena investor mengamati perkembangan dalam negosiasi perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran dan menyambut baik peluncuran chip komputer baru yang menjanjikan untuk membawa kecerdasan buatan ke komputasi pribadi. Senin (1/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 46,42 poin atau 0,09%, menjadi 51.078,88, indeks S&P 500 menguat 19,90 poin…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks masih menunggu datangnya sentimen positif untuk bisa kembali naik harga. Untuk perdagangan pekan ini, analis memproyeksi harga big banks masih akan dipengaruhi beberapa sentimen. Adapun dalam perdagangan sepekan kemarin, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun paling dalam 3,39% menjadi Rp 5.700. Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat di harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Sumbarbisnis.com100 masih berada dalam tekanan berat di tengah tingginya volatilitas pasar saham. Namun, di balik pelemahan tersebut, sejumlah analis justru melihat peluang akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah murah dan berpotensi memimpin pemulihan pasar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks Sumbarbisnis.com100 terkoreksi 32,35% secara year to date (ytd) hingga 29 Mei 2026 ke level 807,375. Penurunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Menurutnya, keberadaan DSI berpotensi memperbaiki transparansi ekspor, meningkatkan kualitas pencatatan devisa hasil ekspor, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mengawali Juni dengan bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah peluncuran chip terbaru Nvidia, mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran yang kembali menekan harga energi. Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones melemah 0,35% ke 50.855,46. Sementara itu, S&P 500…