Tutup
Regulasi

Volatilitas Saham Big Banks Menurun, Simak Proyeksi Pergerakan Harganya Pekan Ini

91
×

Volatilitas Saham Big Banks Menurun, Simak Proyeksi Pergerakan Harganya Pekan Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Saham perbankan berkapitalisasi besar atau *big banks* di Bursa Efek Indonesia masih menantikan katalis positif untuk memulihkan harga di tengah tekanan jual yang terjadi dalam sepekan terakhir. Analis memproyeksikan volatilitas akan mereda seiring dengan berakhirnya efek penyesuaian (*rebalancing*) indeks global.

Dalam perdagangan sepekan terakhir, harga saham empat bank raksasa kompak melemah. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penurunan terdalam sebesar 3,39% ke level Rp 5.700, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang turun 3,28% ke Rp 2.950. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 2,12% ke Rp 3.700, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah tipis 0,97% ke Rp 4.080.

Penurunan ini diperparah oleh aksi jual masif yang dilakukan investor asing. BBCA menjadi saham dengan *net sell* tertinggi mencapai Rp 2,24 triliun. Aksi lepas saham juga terjadi pada BBRI dengan nilai jual bersih Rp 855,37 miliar, BMRI Rp 813,26 miliar, dan BBNI sebesar Rp 201,46 miliar.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa tekanan pasar pada pekan lalu dipicu oleh pengumuman *rebalancing* indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia meyakini volatilitas akibat sentimen tersebut akan mereda pada pekan pertama Juni 2026, sehingga peluang kembalinya aliran modal asing ke sektor perbankan tetap terbuka lebar.

Selain faktor teknis indeks global, Nafan menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah sebagai variabel krusial bagi investor asing. Menurutnya, terdapat korelasi erat antara stabilitas makroekonomi domestik dan keputusan investor asing untuk mengakumulasi kembali saham perbankan.

“Sektor perbankan memiliki korelasi erat dengan kondisi makroekonomi domestik. Jika rupiah kembali menguat, maka secara otomatis harga saham *big banks* akan terdorong naik oleh aksi beli asing,” jelas Nafan.

Terlepas dari fluktuasi harga saham, Nafan menekankan bahwa fundamental keempat bank tersebut masih sangat solid. Berdasarkan kinerja hingga April 2026, BBCA memimpin dengan raihan laba bersih Rp 20,81 triliun, diikuti BMRI sebesar Rp 18,05 triliun, BBRI Rp 15,89 triliun, dan BBNI sebesar Rp 7,29 triliun.

Berbekal kinerja keuangan yang positif dan potensi perbaikan nilai tukar rupiah, para analis tetap optimistis bahwa harga saham *big banks* memiliki ruang untuk kembali menguat dalam waktu dekat.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Sumbarbisnis.com100 masih berada dalam tekanan berat di tengah tingginya volatilitas pasar saham. Namun, di balik pelemahan tersebut, sejumlah analis justru melihat peluang akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah murah dan berpotensi memimpin pemulihan pasar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks Sumbarbisnis.com100 terkoreksi 32,35% secara year to date (ytd) hingga 29 Mei 2026 ke level 807,375. Penurunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menilai pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis nasional. Menurutnya, keberadaan DSI berpotensi memperbaiki transparansi ekspor, meningkatkan kualitas pencatatan devisa hasil ekspor, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Wall Street mengawali Juni dengan bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah peluncuran chip terbaru Nvidia, mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap memanasnya konflik Amerika Serikat-Iran yang kembali menekan harga energi. Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones melemah 0,35% ke 50.855,46. Sementara itu, S&P 500…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejak beberapa bulan kemarin, regulator sudah menetapkan kebijakan baru mengenai batas saham beredar bebas alias free float menjadi minimum 15%. Menjelang tenggat waktu kebijakan ini, sejumlah emiten bank terlihat masih kesulitan meningkatkan jumlah free float-nya. Dari riset Kontan, sampai dengan Senin (1/6/2026), setidaknya masih ada sekitar 24 emiten bank yang jumlah free float-nya belum mencapai free float 15%. Untuk…