Tutup
Regulasi

IHSG Melesat 6,14 Persen Sepanjang Pekan Ini

186
×

IHSG Melesat 6,14 Persen Sepanjang Pekan Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang periode perdagangan 6-10 April 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup menguat signifikan sebesar 6,14 persen.

IHSG berakhir di level 7.458,49, naik dari posisi sebelumnya yang berada di angka 7.026,78. Sejalan dengan kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar BEI juga melonjak 7,18 persen menjadi Rp13.189 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp12.305 triliun.

Aktivitas perdagangan bursa turut menunjukkan tren peningkatan di seluruh indikator. Kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang melesat 24,81 persen menjadi 32,28 miliar lembar saham, dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 25,87 miliar lembar saham.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian tumbuh 17,26 persen menjadi Rp17,32 triliun dari Rp14,77 triliun. Frekuensi transaksi harian pun meningkat 15,05 persen, dengan rata-rata mencapai 2,05 juta kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya yang sebanyak 1,78 juta kali.

Terkait aliran modal asing, investor asing mencatatkan beli bersih (*net buy*) sebesar Rp193,87 miliar pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Namun, secara akumulasi sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih (*net sell*) sebesar Rp37,14 triliun.

Pekan ini juga diwarnai dengan aksi korporasi perdana. Pada Jumat (10/4/2026), PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi mencatatkan sahamnya (*Initial Public Offering*/IPO) di papan pengembangan BEI. WBSA menjadi emiten pertama yang melantai di bursa tahun 2026 dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp302,40 miliar.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…