Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (09/06), dengan menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,65. Penguatan tajam ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 42,24 poin atau 8,01 persen ke posisi 569,32.
Kenaikan indeks domestik ini didorong oleh dua sentimen utama, yakni rencana program pembelian kembali (buyback) saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate).
Rencana buyback saham perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi motor penggerak utama pasar. Langkah ini mencuat setelah adanya koordinasi antara DPR RI, Danantara Indonesia, Himbara, BPJS, serta sejumlah asuransi BUMN. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham perusahaan pelat merah di tengah ketidakpastian sentimen global maupun domestik yang saat ini menekan pasar keuangan.
Secara bersamaan, Bank Indonesia memberikan stimulus positif melalui keputusan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan moneter ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga jangkar inflasi. Selain itu, kenaikan suku bunga dinilai mampu meningkatkan daya tarik aset portofolio Indonesia bagi para investor asing.
Sentimen positif juga datang dari sektor komoditas. Kepastian pemerintah terkait penghapusan mekanisme gross split dalam skema ekspor turut memberikan angin segar bagi pasar. Kekhawatiran investor mengenai kewajiban eksportir untuk menyerahkan sebagian hasil ekspor ke perantara negara kini mereda, sehingga risiko gangguan terhadap arus kas emiten sektor komoditas berkurang secara signifikan.
Aktivitas perdagangan pada hari ini mencatat frekuensi transaksi mencapai 2.714.279 kali dengan volume perdagangan sebesar 45,06 miliar lembar saham. Total nilai transaksi harian mencapai Rp27,93 triliun. Data BEI menunjukkan dominasi sentimen positif dengan rincian 678 saham ditutup menguat, 89 saham melemah, dan 48 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Meskipun pasar menunjukkan performa impresif, analis pasar modal mengingatkan adanya potensi aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Rabu (10/06). Lonjakan harga yang cukup drastis dalam satu hari perdagangan biasanya memicu investor untuk merealisasikan keuntungan mereka.
Kinerja bursa domestik ini sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia yang berada di zona hijau. Indeks Nikkei tercatat menguat 1,92 persen ke level 65.251,00, indeks Shanghai naik 1,28 persen ke posisi 4.010,03, dan indeks Straits Times menguat 1,20 persen ke level 5.023,67. Sementara itu, indeks Hang Seng menjadi satu-satunya indeks utama regional yang terkoreksi tipis sebesar 0,37 persen ke posisi 24.565,90.







