Tutup
Regulasi

Indonesia Berpotensi Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk ke Timur Tengah

228
×

Indonesia Berpotensi Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk ke Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersiap menggenjot ekspor pupuk ke pasar global guna mengisi kekosongan pasokan akibat terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz, Timur Tengah. Langkah ini diambil menyusul tingginya permintaan internasional terhadap pupuk jenis urea yang produksinya menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa pemerintah menargetkan total ekspor pupuk sebanyak 1,5 juta ton dalam setahun ke depan. Keputusan ini didorong oleh gejolak global yang membuat banyak negara mengalami kesulitan pasokan, sehingga mereka beralih melirik Indonesia.

“Pemerintah India sudah menghubungi kami. Saya juga telah menerima surat dari pemerintah Filipina dan Australia. Mereka siap membeli dengan harga berapa pun,” ujar Sudaryono di Jakarta, Jumat.

Merespons peluang tersebut, pemerintah membatalkan rencana penutupan sejumlah pabrik pupuk dalam negeri. Sudaryono menegaskan, permintaan pasar global yang melonjak drastis membuat operasional pabrik-pabrik tersebut kembali krusial.

Meski peluang ekspor terbuka lebar, Sudaryono menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pupuk bagi petani domestik tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan distribusi untuk kebutuhan dalam negeri tidak akan dikurangi demi mengejar keuntungan ekspor.

“Kebutuhan pupuk petani dalam negeri pasti kita penuhi terlebih dahulu. Itu tidak akan kita utak-atik,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tersebut.

Senada dengan itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa kapasitas produksi nasional saat ini mencapai 8,8 juta ton secara operasional. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis di tengah lonjakan harga urea dunia yang melesat dari kisaran US$ 400 per ton menjadi US$ 800 per ton.

Rahmad menambahkan, meski target ekspor dipatok 1,5 juta ton, skema penyalurannya akan tetap fleksibel. Keputusan untuk melakukan ekspor hanya akan dilakukan setelah memastikan cadangan pupuk nasional dalam kondisi aman.

“Yang penting Indonesia aman dulu, baru ekspor,” kata Rahmad.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun, menurun 21,8% secara tahunan. Ini sejalan dengan laba periode berjalan turun sebesar 17,57% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan laba bersih…