Tutup
EkonomiPerbankanPerdagangan

Indonesia Impor Plastik Meningkat, Harga Melonjak Bebani Pedagang

199
×

Indonesia Impor Plastik Meningkat, Harga Melonjak Bebani Pedagang

Sebarkan artikel ini
harga-melonjak,-ri-ternyata-masih-impor-plastik-rp14,84-t-per-februari
Harga Melonjak, RI Ternyata Masih Impor Plastik Rp14,84 T per Februari

Jakarta – Indonesia masih mengandalkan impor plastik dalam jumlah besar. Pada Februari 2026, nilai impor plastik dan barang dari plastik mencapai US$873,2 juta atau sekitar Rp14,84 triliun (kurs Rp17 ribu).

Data tersebut diungkapkan oleh Badan pusat Statistik (BPS).

Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa BPS, ateng Hartono, menjelaskan bahwa impor plastik ini masuk dalam kategori non migas.”Impor plastik atau barang dari plastik di Februari 2026 mencapai US$873,2 juta,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4).

BPS mencatat tiga negara utama pemasok plastik ke Indonesia.mereka adalah China, Thailand, dan Korea Selatan.

Impor dari China tercatat sebesar US$380,1 juta, Thailand US$82,7 juta, dan Korea Selatan US$66,7 juta.

Secara perbandingan, impor plastik Februari 2026 lebih rendah dari Januari 2026 yang mencapai US$949,2 juta. Namun, angka ini lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang sebesar US$810,4 juta.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menerima keluhan pedagang terkait kenaikan harga plastik. Keluhan ini disampaikan saat Zulhas mengunjungi Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bersama Menteri Perdagangan Budi Susanto.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengecek stok dan harga bahan pangan.

Para pedagang mengeluhkan kenaikan harga plastik yang terjadi sebelum Lebaran. Harga plastik berbagai ukuran naik hingga Rp6.000 per pak.

Jika sebelumnya harga plastik Rp17 ribu per pak,kini menjadi Rp23 ribu per pak.

Kenaikan harga ini memaksa pedagang mengeluarkan modal lebih besar dan mengurangi keuntungan mereka.Zulhas menyebut kenaikan harga plastik terjadi di seluruh daerah dengan lonjakan yang signifikan.”Saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Karena plastik itu kan dari BBM kan. Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang beberapa pihak terkait,” kata Zulhas.