Tutup
Perbankan

InJourney Siapkan Bandara, Tampung Pesawat Timur Tengah Terdampak Konflik

231
×

InJourney Siapkan Bandara, Tampung Pesawat Timur Tengah Terdampak Konflik

Sebarkan artikel ini
bandara-injourney-siap-tampung-pesawat-terdampar-imbas-konflik-timteng
Bandara Injourney Siap Tampung Pesawat Terdampar Imbas Konflik Timteng

Klaten – holding BUMN Aviasi dan Pariwisata (injourney) menawarkan solusi bagi maskapai Timur Tengah yang terdampak konflik. Bandara-bandara kelolaan InJourney siap menampung pesawat yang terdampar akibat gejolak di kawasan tersebut.penawaran ini disampaikan Corporate Secretary Group head InJourney, Yudhistira Setiawan, di kompleks Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (13/3).

Yudhistira menjelaskan,konflik yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel ke iran sejak 28 Februari lalu,membuat banyak maskapai Timur Tengah menangguhkan penerbangan.”Kami menawarkan bandara-bandara di Indonesia yang dikelola Injourney akan menjadi tempat untuk penyimpanan pesawat-pesawat yang stranded (terdampar),sebelum mereka kembali ke negaranya sendiri,” ujarnya.

Menurut Yudhistira, beberapa pesawat dari maskapai seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, hingga Saudi Arabian Airlines (Saudia) sudah terdampar di bandara kelolaan Injourney.

“itu rata-rata sudah stranded, di Bali (I Gusti Ngurah Rai), di Soekarno-Hatta juga ada, sejak perang meletus sampai hari ini masih ada,” imbuhnya.

Injourney melihat situasi ini sebagai peluang. Infrastruktur dan kapasitas bandara kelolaan dinilai mampu menampung pesawat berbadan lebar.

Saat ini, usulan tersebut masih dalam kajian. Beberapa bandara di Pulau Jawa diproyeksikan menjadi lokasi penampungan, antara lain Soekarno-Hatta (Tangerang), Kertajati (Majalengka), Juanda (Surabaya), YIA (Kulon Progo), dan I Gusti Ngurah Rai.

“Kita optimalkan untuk bisa menampung, menyimpan pesawat-pesawat dari Timur Tengah yang stranded, yang tidak bisa kembali ke sana atau pun tidak tahu bagaimana harus menyimpan pesawat selama periode perang berlangsung,” kata Yudhistira.

“Daripada mereka jauh-jauh mencari tempat yang nggak aman, udah bawa aja ke Indonesia, taruh di bandara-bandara Injourney,” sambungnya.

Kajian Injourney juga mencakup usulan kepada pemangku kepentingan terkait potensi peningkatan pendapatan bandara dari situasi ini.

“siapa tahu akan ada tambahan secara finansial, tetapi di atas itu semua yang dikedepankan adalah humanity-nya, karena kita membantu orang-orang terimbas perang,” jelas Yudhistira.

Selain itu, Injourney tetap fokus pada kepentingan domestik, seperti aktivasi objek wisata, peningkatan layanan hospitality, dan customer experience untuk menjaga kunjungan wisatawan timur Tengah.