Tutup
Regulasi

Inklusi Keuangan Capai 80 Persen, Literasi Masyarakat Perlu Ditingkatkan

222
×

Inklusi Keuangan Capai 80 Persen, Literasi Masyarakat Perlu Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini

SURAKARTA – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Gerai CERDAS PeKA di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, pada Jumat (10/4/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menekan kesenjangan antara inklusi keuangan yang tinggi dengan literasi digital masyarakat yang masih tertinggal.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat, inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada di angka 66,46 persen. Kesenjangan ini menjadi perhatian serius, terutama karena besarnya populasi Generasi Z dan milenial dalam ekosistem ekonomi digital saat ini.

Gerai CERDAS PeKA—yang merupakan akronim dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia Peduli, Kenali, Adukan—hadir sebagai pusat literasi. Mahasiswa diharapkan dapat belajar mengenai perlindungan data pribadi hingga cara mengenali modus penipuan keuangan digital.

Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen BI, Anton Daryono, menegaskan bahwa mahasiswa berperan strategis sebagai *digital native*. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen edukasi bagi lingkungan sekitarnya.

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK). BI menekankan pentingnya penguatan literasi sebagai fondasi agar pertumbuhan ekonomi digital tidak dibarengi dengan lonjakan kejahatan siber.

Rektor UNS, Hartono, menyoroti urgensi edukasi ini menyusul banyaknya kasus penipuan keuangan digital yang terjadi. Tercatat sejak akhir 2024 hingga 2025, terdapat lebih dari 225 ribu laporan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp 4,6 triliun. Selain itu, jeratan pinjaman online ilegal masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.

“Literasi keuangan digital wajib menjadi perhatian kita bersama. Kami berharap kehadiran Gerai Cerdas PK ini mampu membangun generasi muda yang cerdas, mampu mengenali risiko, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi finansial,” ujar Hartono.

Kolaborasi ini juga didukung oleh sektor industri, termasuk DANA Indonesia dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Chief of Legal and Compliance DANA, Dina Artarini, mengingatkan bahwa pola konsumsi serba cepat di kalangan muda menuntut pemahaman keamanan yang lebih baik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menilai kampus adalah kanal paling efektif untuk memperluas literasi secara masif. Dengan melibatkan lebih dari 9,9 juta mahasiswa di Indonesia, edukasi diharapkan mampu menjaga kepercayaan terhadap ekosistem digital nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai platform *hybrid*, Gerai CERDAS PeKA menyediakan berbagai akses materi pelindungan konsumen, seminar keamanan digital, hingga wadah kompetisi inovasi bagi mahasiswa. Saat ini, tantangan utama ekosistem digital nasional bukan lagi sekadar akses, melainkan memastikan setiap pengguna memiliki kecakapan untuk bertransaksi dengan aman.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Perjalanan investasi masing-masing pribadi tentu unik dan berbeda, tergantung dengan kesempatan yang datang dalam hidup mereka. Kesempatan belajar berinvestasi yang dimiliki Direktur PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) Sunyoto Bambang Kusumo membuatnya menjadi investor yang tetap mampu memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar saham domestik saat ini. Literasi keuangan dan investasi sudah dia dapatkan sejak…