JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,37% pada penutupan perdagangan Selasa (4/8/2026). Indeks berakhir di level 6.319,61, membalikkan tren pelemahan tipis yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak di zona hijau. Indeks sempat menyentuh level terendah di 6.238 sebelum akhirnya ditutup pada level tertinggi harian.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total volume perdagangan mencapai 32,96 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 12,75 triliun.
Sentimen positif di pasar saham domestik didorong oleh penguatan masif pada berbagai sektor. Seluruh indeks sektoral kompak berada di zona hijau, memberikan kontribusi besar bagi laju IHSG.
Sebanyak 339 saham ditutup menguat, sementara 224 saham mengalami koreksi. Sebanyak 170 saham lainnya terpantau bergerak stagnan hingga akhir sesi perdagangan.
Aksi borong investor asing menjadi motor penggerak utama penguatan indeks hari ini. Investor asing mencatatkan nilai beli bersih atau net buy jumbo sebesar Rp 623,48 miliar di seluruh pasar.
Minat beli investor asing mayoritas tertuju pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps). Sektor perbankan kembali menjadi primadona setelah sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diburu dengan nilai net buy mencapai Rp 404,43 miliar. Posisi tersebut disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 129,87 miliar.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga masuk dalam daftar akumulasi asing dengan nilai Rp 116,06 miliar. Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan net buy sebesar Rp 101,25 miliar.
Saham perbankan lainnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), turut dikoleksi asing dengan nilai Rp 94,05 miliar. Hal ini mempertegas dominasi sektor finansial dalam menarik arus modal masuk ke pasar modal Indonesia.
Selain sektor perbankan, investor asing juga mengakumulasi saham di sektor energi dan telekomunikasi. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat net buy Rp 59,75 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 59,66 miliar.
Daftar sepuluh saham dengan net buy terbesar juga mencakup PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 59,22 miliar. Selanjutnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) masing-masing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 36,92 miliar dan Rp 29,56 miliar.
Kondisi pasar yang kondusif ini memicu optimisme di kalangan analis. Penguatan hari ini diprediksi berpotensi berlanjut menuju level psikologis baru di angka 6.400 dalam waktu dekat.






