Pesisir Selatan – Video viral memperlihatkan sejumlah siswa di Limau Gadang lumpo,Kecamatan IV Jurai,Kabupaten Pesisir Selatan,menyeberangi sungai menggunakan lori gantung (roling). Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memberikan penjelasan terkait hal ini.
BPJN sumbar menyatakan penggunaan “roling” tersebut bersifat sementara dan situasional, hanya dilakukan saat debit air sungai tinggi.
“Jadi bukan seperti hal yang dipikirkan. Itu hanya seketika.Karena saat itu debit sungai sedang tinggi,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Sumbar, Gina Tampubolon, Kamis (16/5/2024).
Gina menambahkan, biasanya masyarakat dan siswa dapat menyeberangi sungai dengan berjalan kaki saat debit air normal.
Saat ini, pembangunan jembatan gantung di lokasi tersebut tengah berlangsung. Proyek ini merupakan usulan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian pekerjaan Umum.
“Kami sampaikan bahwa Pemda mengusulkan pembangunan jembatan gantung kepada pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian PU.Yang mengerjakan BPJN. Karena Pemkab keterbatasan anggaran,” terangnya.
Meskipun dibangun oleh BPJN,status jembatan tetap menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Pembangunan jembatan gantung ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung akses masyarakat ke pusat ekonomi, dan distribusi komoditas yang terhubung dengan jalan nasional.
BPJN Sumbar berharap masyarakat memahami kondisi ini dan mendukung proses pembangunan yang telah dimulai sejak Januari 2024.
“Targetnya, pada agustus mendatang jembatan sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” kata Gina.
Dengan adanya jembatan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih aman dan lancar, terutama bagi para pelajar yang setiap hari melintasi sungai tersebut.







