Tutup
News

Jembatan Roboh, Warga Batangkapas Hadapi Krisis Air Bersih

351
×

Jembatan Roboh, Warga Batangkapas Hadapi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
krisis-air-bersih-pasca-banjir,-warga-taratak-tampatiah-batangkapas-butuh-donasi
Krisis Air Bersih Pasca Banjir, Warga Taratak Tampatiah Batangkapas Butuh Donasi

Batang Kapas – Krisis air bersih melanda 150 kepala keluarga (KK) di Kampung Padang galundi Taratak Tampatiah, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Bencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu menyebabkan jembatan gantung penghubung kampung tersebut rusak parah.

Akibatnya, jaringan perpipaan air bersih ikut putus dan instalasi pengolahan air tidak berfungsi.

“Air bersih menjadi kesulitan utama kami di kampung ini sejak jembatan gantung putus,” ujar seorang tokoh pemuda setempat, Jumat (26/12/2025).

Warga kesulitan untuk mandi karena jaringan perpipaan yang rusak.

Menurutnya, perbaikan jaringan perpipaan membutuhkan biaya sekitar Rp35 juta.

Warga kesulitan untuk bergotong royong karena kondisi ekonomi yang sedang sulit.

“Kami sangat membutuhkan air bersih. Kami berharap Pemkab Pessel dan masyarakat dapat memprioritaskan masalah ini dalam penanganan pasca-banjir,” jelasnya.

Sekjen DPP PKPS, Bakri M, yang mengunjungi kampung tersebut, menyarankan agar masyarakat setempat menggalang donasi untuk memperbaiki jaringan perpipaan.

Ia juga menyerahkan bantuan tunai atas nama DPP PKPS sebagai langkah awal.

Ketua Litbang DPP PKPS, Dr. Budhi Mulyadi Dt. Bandaro Sati, merespons cepat dengan akan menggerakkan donasi untuk merealisasikan perbaikan jaringan perpipaan.

“meskipun jembatan gantung yang putus menyebabkan warga terisolasi dan kesulitan distribusi makanan, krisis air bersih bagi 150 KK warga Taratak Tampatiah harus segera diatasi,” pungkasnya.