Tutup
Regulasi

Strategi Akumulasi Bitcoin: Tambah 1.229 BTC, Rekor Teraktif!

242
×

Strategi Akumulasi Bitcoin: Tambah 1.229 BTC, Rekor Teraktif!

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Strategy, perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor, kembali menunjukkan komitmennya terhadap Bitcoin dengan menambah kepemilikan aset kripto tersebut secara signifikan di tahun 2025. Langkah ini sekaligus menandai salah satu periode akumulasi Bitcoin teragresif sejak perusahaan menjadikan aset digital ini sebagai bagian dari strategi neraca keuangannya.

Berdasarkan laporan Form 8-K yang dirilis pada Senin (29/12/2025), Strategy mengumumkan pembelian 1.229 Bitcoin (BTC) antara tanggal 22 hingga 28 Desember 2025. Nilai total pembelian tersebut mencapai US$108,8 juta.

Dana untuk pembelian ini diperoleh melalui skema penjualan saham at-the-market (ATM).

Dengan transaksi ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy mencapai 672.497 BTC, dengan harga beli rata-rata US$74.997 per koin. Informasi ini berdasarkan dokumen resmi perusahaan.

Meskipun demikian, pembelian terbaru ini tergolong lebih kecil dibandingkan akuisisi Bitcoin besar yang dilakukan Strategy sepanjang tahun 2025.

Data dari SaylorTracker.com mencatat pembelian terbesar terjadi pada 31 Maret 2025, saat perusahaan membeli sekitar 22.049 BTC senilai US$1,92 miliar.

Pembelian signifikan lainnya dilakukan pada 29 Juli 2025 sebanyak 21.021 BTC senilai US$2,46 miliar, serta 20.356 BTC pada 24 Februari 2025 senilai hampir US$1,99 miliar.

Sepanjang tahun 2025, Strategy mengumumkan pembelian Bitcoin dalam 41 pekan yang berbeda. Peningkatan ini signifikan dibandingkan 18 kali pembelian pada 2024 dan hanya delapan kali pada 2023.

Pada akhir 2024, Strategy memegang 447.470 BTC, menurut laporan regulator.

Strategy, yang dipimpin oleh pendiri dan Executive Chairman Michael Saylor, mulai mengakumulasi Bitcoin sejak 2020. Hingga kini, perusahaan ini tetap menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Posisi kedua ditempati oleh MARA Holdings, dengan kepemilikan sekitar 53.250 BTC, menurut data BitcoinTreasuries.NET.

Untuk membiayai strategi Bitcoin-nya, Strategy secara konsisten memanfaatkan penawaran saham di pasar terbuka, baik saham biasa maupun saham preferen.

Pada periode 22–28 Desember 2025, perusahaan menjual 663.450 saham Class A dengan total hasil bersih US$108,8 juta, yang seluruhnya digunakan untuk pembelian Bitcoin.

Pembelian ini juga meningkatkan BTC yield year-to-date Strategy menjadi 23,2%, sebuah metrik internal yang digunakan perusahaan untuk mengukur pertumbuhan kepemilikan Bitcoin dibandingkan jumlah saham beredar.

Tren adopsi Bitcoin oleh perusahaan publik terus menguat sepanjang 2025.

Saat ini, 192 perusahaan publik tercatat memiliki lebih dari 1,08 juta Bitcoin, dengan mayoritas berbasis di Amerika Serikat, disusul Kanada, Inggris, dan Jepang.

Dari sisi jumlah entitas, perusahaan publik menjadi pemegang Bitcoin terbesar, melampaui pemerintah, perusahaan swasta, maupun protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Perusahaan dengan strategi Bitcoin treasury umumnya menjadikan Bitcoin sebagai aset inti neraca keuangan. Mereka menghimpun dana melalui penerbitan saham atau utang untuk membeli dan menyimpan BTC.

Mengikuti jejak Strategy, Twenty One Capital meluncurkan strategi Bitcoin treasury pada April 2025 dan kini memegang lebih dari 43.500 BTC.

Perusahaan tersebut didukung oleh Cantor Fitzgerald, Tether, SoftBank, dan Bitfinex, serta menambah sekitar 5.800 BTC dari Tether pada Juli lalu.

Selain itu, sejumlah perusahaan lain juga melantai di bursa atau mengumumkan strategi serupa sepanjang 2025, di antaranya Bullish yang melantai pada Agustus dengan kepemilikan sekitar 24.300 BTC, Bitcoin Standard Treasury Company dengan sekitar 30.021 BTC, Trump Media & Technology Group dengan 11.542 BTC, serta GD Culture Group yang memegang sekitar 7.500 BTC.

Regulasi

Pesan utama bagi investor di tahun 2026 adalah: “Jangan terkecoh oleh angka merah di layar.” Meskipun IHSG terkoreksi 13,8%, kondisi ini sangat berbeda dengan krisis ekonomi masa lalu. Harga saham turun karena faktor eksternal, namun fundamental perusahaan dan minat masyarakat justru meningkat pesat hingga menembus 20,32 juta SID. Ini adalah bukti …