Tutup
News

Kadin Gandeng AS Perkuat UMKM: Anindya Bakrie Temui Dubes Dwisuryo

342
×

Kadin Gandeng AS Perkuat UMKM: Anindya Bakrie Temui Dubes Dwisuryo

Sebarkan artikel ini
temui-dubes-ri-untuk-as,-anindya-bakrie-dorong-kolaborasi-menuju-indonesia-incorporated
Temui Dubes RI untuk AS, Anindya Bakrie Dorong Kolaborasi Menuju Indonesia Incorporated

jakarta – Duta Besar republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dwisuryo Indroyono Soesilo, melakukan kunjungan ke Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2025). Kunjungan ini diterima langsung oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, dengan agenda utama membahas penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kerjasama internasional.

Pertemuan tersebut membahas secara mendalam peluang kerja sama perdagangan, investasi, serta penguatan peran UMKM dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Anindya Bakrie menegaskan,Kadin sebagai mitra strategis pemerintah siap mendukung program diplomasi ekonomi Indonesia di AS.Ia menilai momentum usai negosiasi tarif baru menjadi peluang besar untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi dua arah.

“Kami (Kadin) bicara banyak dari bagaimana memanfaatkan peluang investasi dan perdagangan antara dua negara hingga meningkatkan peran UMKM dan koperasi. Pak Dubes sangat mendukung, bahkan banyak ide-ide baru yang sangat baik,” kata Anindya dalam keterangannya.

Anindya menambahkan, fokus penguatan UMKM dan industri Kecil Menengah (IKM) telah menjadi prioritas. Menurut data kementerian UMKM pada mei 2025, dari total 66 juta UMKM dan 500 ribu IKM di Indonesia, kontribusinya terhadap PDB mencapai 65 persen.Oleh karena itu, Anindya menilai bahwa kerja sama dengan lembaga di AS seperti Small Business Administration (SBA) dan Small Business Center (SBC) menjadi sangat penting. “Selama ini memang fokusnya tentunya yang ke yang besar-besar, dan mereka (UMKM) itu berkontribusi ada hampir 65 persen daripada PDB kita jadi wajar kita perjuangkan,” ujar Anindya.

Selain itu, Kadin juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai asosiasi di AS, mulai dari importir kapas, gandum, dan kedelai, hingga asosiasi tekstil, garmen, alas kaki, elektronik, dan furnitur, untuk memperluas ekspor Indonesia.”Momentum G20 dan B20 menjadi kesempatan besar. Bahkan, pada UN General Assembly bulan September nanti, Kadin bisa membuat agenda road to B20 G20 tahun depan yang mudah-mudahan menjadi awal langkah kerja sama lebih konkret,” ujarnya.

Sementara itu, dwisuryo Indroyono Soesilo menegaskan bahwa salah satu mandat Presiden prabowo Subianto adalah memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-AS, khususnya dalam peningkatan investasi.”Selain diplomasi konvensional, kami akan mendorong program bersama dengan Danantara, Kadin, dan sektor swasta. Karena fungsi Kadin sangat penting, terutama dalam pengembangan UMKM dan IKM yang jumlahnya besar. Kebetulan di AS ada SBA dan SBC yang bisa kita hubungkan dengan kadin,” ujarnya.