Banyuwangi – Arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, terpantau masih padat meski masa Posko Lebaran telah berakhir. Antrean kendaraan mencapai 12 kilometer pada Selasa (31/3) pukul 15.00 WIB.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, antrean didominasi truk logistik, bus, dan kendaraan pribadi. Kendaraan-kendaraan ini terus bergerak menuju area pelabuhan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menjelaskan lonjakan kendaraan terjadi setelah pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas dicabut. Hal ini menjadi faktor utama peningkatan antrean di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
“Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang,” ujar Yossianis dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4).
ASDP berkolaborasi dengan regulator dan operator kapal untuk mengurai kepadatan. Penyesuaian layanan dilakukan melalui optimalisasi pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB), penambahan trip dan armada kapal, serta pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone.
“Kami mengoptimalkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” imbuhnya.
Saat ini, ASDP mengoperasikan 36 kapal dengan dukungan penerapan pola TBB pada 10 kapal di Dermaga 4 untuk mempercepat proses bongkar muat.Enam kapal perbantuan juga turut memperkuat layanan, yaitu Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V.
Pengaturan arus kendaraan juga dilakukan melalui optimalisasi buffer zone sebagai area penyangga sebelum kendaraan masuk ke pelabuhan, khususnya pada kendaraan truk logistik yang ditampung di Dermaga Bulusan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief eko, menjelaskan skema buffer zone membantu menjaga kelancaran pergerakan kendaraan sekaligus memberikan ruang istirahat bagi pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan.
“Di Bulusan sendiri kami berlakukan 2 skema dimana sebagian kendaraan akan langsung diberangkatkan melalui Dermaga Bulusan menggunakan kapal yang bersandar di sana. Sementara yang lainnya akan kami kirim ke Dermaga LCM,” kata Arief.
Pada Selasa (31/3) pagi, tercatat sekitar 380 kendaraan yang didominasi truk besar dan sedang berada di buffer zone bulusan dan jumlahnya terus bertambah. Arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga pada pukul 12.45 WIB terpantau padat dengan waktu pergerakan berkisar 15 hingga 30 menit.
Data posko Ketapang selama 24 jam pada 30 Maret 2026 (H+8) mencatat total 56.197 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali atau meningkat 5,2 persen, serta total kendaraan mencapai 17.608 unit atau naik 2,1 persen.
Secara kumulatif,sejak 11-30 Maret 2026 (H-10 hingga H+8),tercatat 624.717 penumpang dan 171.921 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali.
Dari total reservasi sebanyak 183.810 unit kendaraan di platform digital Ferizy, sebanyak 171.921 unit telah masuk ke Pelabuhan Ketapang dan terlayani dengan baik. Potensi kendaraan yang masih akan menyeberang hingga H+10 diperkirakan sekitar 11.889 unit.
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket secara online melalui Ferizy, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan. Pengguna jasa juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan dan memastikan kesiapan kendaraan selama perjalanan.







