Tutup
NewsRegulasi

Kominfo Tata Ulang Frekuensi untuk Pemerataan Internet di Indonesia

611
×

Kominfo Tata Ulang Frekuensi untuk Pemerataan Internet di Indonesia

Sebarkan artikel ini

"Kami akan segera melakukan penataan alokasi frekuensi,"

Strategi Komdigi Hadapi Persaingan Internet Satelit

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana menata ulang alokasi frekuensi guna memperluas penetrasi internet di Indonesia.

“Kami akan segera melakukan penataan alokasi frekuensi,” kata Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kominfo Wayan Toni Supriyanto.

Penataan frekuensi akan mempertimbangkan teknologi terkini, termasuk internet berbasis satelit orbit rendah (LEO). “Ada Starlink, Kuiper dari Amazon, dan perusahaan satelit dari Tiongkok,” ungkap Wayan.

Wayan menjelaskan, trafik internet Starlink di Indonesia belum signifikan, namun mencatat puncaknya saat uji coba. Starlink diproyeksikan menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mendukung konektivitas saat bencana.

“Fokus kami adalah pemerataan konektivitas, baik di wilayah komersial maupun 3T,” tegas Wayan.

Kominfo berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas melalui kabel fiber optik dan gelombang radio.

“Untuk frekuensi, kami akan berupaya agar regulasinya mendukung pemanfaatan frekuensi secara optimal,” pungkas Wayan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…