Travel

Kota Pariaman Bentuk Tim Pengelola Wisata Terpadu

×

Kota Pariaman Bentuk Tim Pengelola Wisata Terpadu

Sebarkan artikel ini

PariamanDinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Kawasan Wisata Terpadu dan Pembentukan Tim Pengelolaan Kawasan Wisata Terpadu.

Rapat itu diikuti SOPD, Camat, Kepala Desa dan Lurah se Kota Pariaman di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Jumat 31 Januari 2020.

“Rapat ini perlu dilakukan mengingat pariwisata Kota Pariaman hari ke hari semakin berkembang pesat, tentu kunjungan wisata juga semakin banyak,” kata Kepala Disparbud Kota Pariaman, Alfian.

Alfian menambahkan, tentu harus dilakukan manajemen pengelolaan kawasan wisata, diharapkan peran serta instansi terkait, camat, desa dan lurah disekitar kawasan wisata yang ada.

Alfian menambahkan, nantinya akan dibentuk secara kelompok destinasi kawasan wisata di Kota Pariaman yang dibagi menjadi sembilan kelompok sesuai wilayah.

” Masing-masing kelompok tersebut ada beberapa kawasan wisata didalamnya, Dinas Pariwisata sebagai koordinator, Satpol PP sebagai wakil koordinator dan anggotanya adalah dari instansi terkait dan Pokdarwis,” katanya.

Dikatakannya, upaya ini memberikan pelayanan wisatawan ke Kota Pariaman agar lebih efisien.

“Petugas lebih fokus mengelola kawasan, agar ketika ada masalah dilapangan petugas tersebut yang akan langsung menangani,” sebutnya.

Kita tentu berharap pariwisata di Kota Pariaman dapat terkoordinir dengan baik dengan adanya petugas di kawasan wisata terpadu ini, sehingga memberi kenyamanan pengunjung kemudian respon cepat dalam menangani keluhanan wisatawan ke Kota Pariaman.

Kawasan Destinasi Wisata Kota Pariaman sendiri terdiri dari :

Kawasan 1 : Pantai Sunur (Desa Pasir Sunur), Pantai Marunggi (Desa Marunggi), Pantai Karan (Desa Taluak), Los Lambuang (Desa Balai Kurai Taji), Water Front City Batang Mangau

Kawasan 2 : Pantai Kata (Desa Taluak dan Kel Karan Aur), Pantai Taman Ayun (Kel Karan Aur), Pantai Cermin (Kel Karan Aur), Pulau Ujuang, Rumah Tabuik Pasa

Kawasan 3 : Pantai Lohong (Kel Lohong), Taman Anas Malik (Kel Lohong), Pulau Tangah

Kawasan 4 : Pantai Gandoriah (Kel Pasir), Skate Park (Kel Pasir), Tugu Asean (Kel Pasir), Anjungan Gandoriah, Tugu TNI AL, Pulau Angso Duo, Pulau Bando

Kawasan 5 : Water Front City Muaro (Kel Kampung Perak), Water Front City Pondok Duo (Kel Pondok II), Rumah Tabuik Subarang

Kawasan 6 : Masjid Terapung (Desa Pauh Barat), Pantai Pauh Barat, Talao Water Front City Pauh

Kawasan 7 : Pantai Ampalu (Desa Ampalu), Konservasi Penyu (Prov Sumbar), Hutan Manggrove Apar (Desa Apar), Pantai Apar (Desa Apar), STIB (Desa Apar)

Kawasan 8 : Pantai Manggung (Desa Manggung), Talao Manggung (Desa Manggung), Pantai Nareh (Desa Nareh Hilir, Nareh I, Balai Nareh), Pantai Belibis (Desa Padang Birik –Birik), Pulau Kasiak

Kawasan 9 : Desa Wisata Tungkal Selatan, Water Front City dan Desa Kuliner (Desa Sikapak Barat), Arena Offroad (Desa Sikapak Timur), Kampuang Silek (Desa Cubadak Air Utara), Kampung Budaya (Desa Cubadak Air), Desa Pakasai.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

setelah-30-tahun-beroperasi,-mcdonald’s-malioboro-yogyakarta-resmi-tutup
Lifestyle

McDonald’s Malioboro, yang telah beroperasi selama 30 tahun, telah ditutup secara permanen. Alasan penutupan masih belum diumumkan, tetapi penutupan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan disayangkan oleh para pelaku industri perhotelan dan restoran.

Industri

Indosat dan Garuda Indonesia berkolaborasi untuk merevolusi sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia melalui pemanfaatan teknologi termutakhir. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan pendapatan, dan mempersonalisasi pengalaman penumpang, sehingga menjadikan Indonesia tujuan wisata utama di dunia.