Tutup
News

Limapuluh Kota Tanam Dua Juta Kakao Bangkitkan Ekonomi Daerah

145
×

Limapuluh Kota Tanam Dua Juta Kakao Bangkitkan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
bupati-safni-sikumbang-ingin-kembalikan-kejayaan-kakao-limapuluh-kota
Bupati Safni Sikumbang Ingin Kembalikan Kejayaan Kakao Limapuluh Kota

Limapuluh Kota – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bertekad mengembalikan kejayaan komoditas kakao sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui program penanaman 2 juta batang kakao yang ditargetkan rampung pada 2026.

Program ambisius ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan. Kementan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan dua juta bibit kakao hibrida jenis TSH-858 dan ICS-60.

Untuk penyediaan bibit, pemerintah menunjuk CV Hadistira Jaya Kencana yang berlokasi di Jorong Gando, Nagari Piobang, sebagai mitra penyedia. Proses pembibitan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat yang dilibatkan dalam kegiatan persemaian, perawatan, hingga distribusi bibit.

Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menegaskan bahwa kebangkitan kakao merupakan bagian dari visi besar daerah untuk membangun kemandirian ekonomi. Ia ingin mengulang masa kejayaan di mana kakao asal Limapuluh Kota dikenal luas karena kualitasnya yang unggul.

“Hari ini, kita tidak hanya mengenang, tapi kita bergerak untuk mengembalikannya dengan skala yang lebih besar dan sistem yang lebih baik, didukung penuh oleh Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman,” ujar Bupati Safni.

pemerintah daerah tidak hanya fokus pada jumlah tanaman,tetapi juga menyiapkan langkah komprehensif untuk memastikan keberhasilan program. upaya tersebut meliputi penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis oleh penyuluh pertanian, hingga penguatan kelembagaan petani agar produktivitas dan kualitas hasil panen meningkat.

Di tingkat petani,program ini disambut dengan antusiasme tinggi. warga meyakini bahwa pengembangan kakao menjadi harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

“Jika program ini berjalan sesuai rencana, kami yakin ekonomi petani akan jauh lebih baik. Kakao bisa menjadi andalan baru bagi kami,” ungkap Nono, salah seorang petani di Guguak.