Tutup
NewsRegulasi

Mahyeldi Sebut Zakat Bisa Atasi Kemiskinan Ekstrem

844
×

Mahyeldi Sebut Zakat Bisa Atasi Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menyatakan keyakinannya untuk mengatasi sekitar 22 ribu penduduk Ranah Minang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem pada akhir 2024.

“Sesuai perintah Presiden, kita diminta mengentaskan kemiskinan ekstrem,” kata Mahyeldi di Padang, Kamis.

Pemerintah provinsi, jelas Mahyeldi, akan mengimplementasikan sejumlah program untuk mengatasi masalah ini, salah satunya melalui pengoptimalan zakat. Ia meyakini, pengelolaan zakat yang maksimal dapat mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan ekstrem.

Terbaru, Pemprov Sumbar menerima bantuan 34 ton beras untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Mahyeldi menilai, sinergi antara dunia industri dengan lembaga zakat dapat mengoptimalkan sumber daya zakat.

“Ini sinergi yang baik antara pengusaha dengan lembaga zakat,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengimbau pemerintah daerah lain untuk menjalin kerja sama dengan lembaga zakat guna mencapai tujuan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) RI PWaryono Abdul Ghofur mengakui masih adanya kesenjangan data mengenai pengentasan kemiskinan melalui program zakat.

“Ke depan, Kemenag akan memperkuat registrasi dan data sosial ekonomi untuk menghindari tumpang tindih,” katanya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…