Tutup
BisnisEkonomiPerbankanPerdagangan

Mamin Pilih Impor, Garam Lokal Terganjal Kualitas dan Harga

207
×

Mamin Pilih Impor, Garam Lokal Terganjal Kualitas dan Harga

Sebarkan artikel ini
pengusaha-ungkap-dua-alasan-garam-rakyat-kurang-dilirik-industri-mamin
Pengusaha Ungkap Dua Alasan Garam Rakyat Kurang Dilirik Industri Mamin

Jakarta – Industri makanan dan minuman (mamin) lebih memilih garam impor ketimbang garam lokal. Alasannya, kualitas garam lokal dinilai rendah dan harganya lebih mahal.

Hal ini diungkapkan oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (GAPMMI).

ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menjelaskan garam Indonesia masih harus melalui proses peleburan dan kristalisasi ulang. Proses ini menyebabkan penyusutan bobot garam yang signifikan.

“Kalau garam bagus seperti garam Madura KW1,itu bisa langsung digiling,disesuaikan,dan difortifikasi dengan iodium,” ujar Adhi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),Jakarta Pusat,Kamis (12/2).

Selain kualitas, harga juga menjadi pertimbangan utama.

Adhi menyebutkan harga garam lokal sekitar Rp2.500 per kilogram. Jauh lebih mahal dibandingkan garam impor dari Australia yang harganya di bawah Rp1.000 per kilogram.

“Saingan kita kan Australia, India. australia itu garam sangat murah sekali,karena tinggal gali,garamnya sudah ada,” imbuhnya.

GAPMMI berharap KKP dapat meningkatkan kualitas garam di tingkat petambak. Tujuannya agar penyusutan bobot garam saat diolah industri tidak terlalu besar.

Menanggapi hal ini, Direktur sumber Daya Kelautan KKP, Frista Yorhanita, mengakui harga garam mahal disebabkan oleh faktor logistik.

KKP akan menggandeng kementerian/lembaga lain untuk memperbaiki jalur distribusi garam.

“Kami harus menggandeng kementerian lain, contoh misalnya untuk perbaikan sarana,” kata Frista.

Frista menjelaskan, KKP akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk perbaikan jalan dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk pembangunan pelabuhan.

Pemerintah berkomitmen untuk terus membenahi sisi hulu,termasuk meningkatkan kualitas garam rakyat agar sesuai standar industri.KKP juga tengah mengembangkan teknologi pengolahan dan sarana penyimpanan garam.

“Ini kita lakukan perbaikan juga misalnya dengan memperbaiki saluran airnya, sehingga intake air ke petambak itu kualitasnya bagus,” pungkas Frista.