EkonomiNews

Menaker Yassierli Ajak Negara BRICS Petakan Kebutuhan Keterampilan Masa Depan

87
×

Menaker Yassierli Ajak Negara BRICS Petakan Kebutuhan Keterampilan Masa Depan

Sebarkan artikel ini
menaker-yassierli-ajak-negara-brics-petakan-kebutuhan-keterampilan-masa-depan
Menaker Yassierli Ajak Negara BRICS Petakan Kebutuhan Keterampilan Masa Depan

Hyderabad – Kolaborasi lintas negara dalam memetakan kebutuhan keterampilan masa depan menjadi fokus utama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat menghadiri forum Menteri Ketenagakerjaan BRICS di India, Rabu (15/7/2026).

Yassierli menegaskan bahwa sistem future skills forecasting sangat krusial bagi negara anggota untuk menghadapi tantangan disrupsi teknologi, perubahan industri, hingga transisi ekonomi hijau.

Optimalisasi mekanisme BRICS CONNECT dipandang sebagai kunci untuk menyinkronkan kurikulum pelatihan dengan dinamika pasar kerja global yang terus berkembang.

Pemerintah Indonesia disebutnya telah memanfaatkan sistem informasi digital berbasis data real-time untuk memastikan setiap kebijakan ketenagakerjaan diambil dengan akurat dan cepat.

Dalam forum tersebut, Yassierli memaparkan berbagai langkah konkret Indonesia, mulai dari perlindungan bagi pekerja informal hingga jaminan bagi korban pemutusan hubungan kerja.

Ia turut menyoroti inklusivitas pasar kerja bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat di daerah pelosok.

Bukti nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyediaan pusat pelatihan vokasi khusus bagi penyandang disabilitas yang sudah dilengkapi dengan teknologi asistif modern.

Pemerintah Indonesia memasang target ambisius tahun ini dengan menjaring 150 ribu peserta Program Pemagangan Nasional dan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional.

Perluasan lapangan kerja kini juga digenjot melalui berbagai kebijakan strategis seperti hilirisasi komoditas, pembangunan Kampung Nelayan Modern, hingga Program Makan Bergizi Gratis.

“Indonesia hadir di BRICS untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari negara anggota lainnya dalam menghadirkan solusi nyata bagi dunia usaha dan pekerja,” tutur Yassierli.

Di akhir sesi, ia menyatakan komitmen penuh Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh di kancah global.