Tutup
News

Muharlion Serap Aspirasi Warga Nanggalo Soal Banjir

79
×

Muharlion Serap Aspirasi Warga Nanggalo Soal Banjir

Sebarkan artikel ini
reses-masa-sidang-iii,-ketua-dan-wakil-ketua-dprd-kota-padang-jemput-aspirasi
Reses Masa Sidang III, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jemput Aspirasi

Padang – Isu banjir mendominasi serap aspirasi para pimpinan DPRD Kota Padang saat turun ke sejumlah titik di tiga kecamatan pada awal Mei 2026.Dari Nanggalo hingga Lubuk Begalung, warga menagih solusi konkret atas persoalan genangan, akses evakuasi, drainase, hingga fasilitas lingkungan yang belum memadai.

Di Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Nanggalo, Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion menerima langsung keluhan warga dalam reses masa sidang III tahun 2026, Senin (4/5/2026). Warga menilai kawasan mereka sudah masuk kategori darurat banjir karena genangan kerap muncul saat hujan turun.

Muharlion mengatakan, dua persoalan utama yang paling banyak disuarakan adalah penanganan banjir dan kebutuhan jalur evakuasi alternatif. Ia menyebut ketergantungan warga pada jalan utama membuat mobilitas makin tersendat,terutama ketika wilayah itu terancam bencana.

“Di sini memang darurat banjir. Warga juga minta ada jalur alternatif yang bisa menunjang evakuasi dan mengurai kepadatan,” kata muharlion.

Salah satu usulan yang mencuat adalah perbaikan akses jalan lain, termasuk jalur Heler yang tersambung hingga Aia Pacah Bypass. Warga juga mendorong pembangunan jembatan di titik tertentu agar akses itu benar-benar berfungsi saat dibutuhkan.

Selain banjir, warga mengeluhkan sejumlah jalan lingkungan yang belum dibetonisasi. Mereka juga menyampaikan kebutuhan lain, mulai dari pemberdayaan kelompok wanita, perbaikan drainase, bantuan untuk masjid dan mushalla, hingga PAUD Integrasi yang belum memiliki gedung sendiri.

Muharlion menegaskan, sebagian usulan itu sudah pernah ia bawa ke pembahasan anggaran. Ia mengatakan beberapa program telah masuk dalam APBD 2026 dan 2027, sedangkan sisanya akan diperjuangkan melalui APBD perubahan.

Di lokasi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye menggelar reses di Perumahan Banda Gadang Permai, RT 07 RW 01, Kelurahan Tabing Banda gadang, Kecamatan Nanggalo. Dalam kegiatan itu, ia melibatkan Dinas Perkim, pihak kelurahan, konsultan, serta Ketua PMI Kota Padang Zulhardi Z Latif agar persoalan di lapangan bisa langsung ditindaklanjuti.

Aye mengatakan, kehadiran pihak terkait bertujuan mempercepat penanganan banjir yang masih dirasakan warga. Ia menyebut hujan singkat saja sudah cukup membuat air masuk ke rumah-rumah di sejumlah kawasan, seperti Griya Permata, banda Gadang Permai, dan Kubu Utama.

“Karena itu saya minta Perkim turun langsung melihat kondisi di sini. Besok konsultan bersama Perkim akan melakukan survei dan menyusun perencanaan,” ujarnya.

Ia optimistis pengerjaan drainase di perumahan tersebut bisa dimulai pada akhir Juni jika seluruh tahapan berjalan lancar.Aye juga meminta warga tetap tenang dan menjaga komunikasi dengan semua pihak agar solusi bisa ditempuh tanpa memunculkan gesekan.

Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub meninjau gotong royong renovasi rumah tahfiz Masjid Raya Pasa Gadang,kecamatan Padang Selatan,Minggu (3/5/2026). Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari bantuan untuk pondok tahfiz yang sebelumnya ia sampaikan pada Ramadan lalu.

Osman menilai pembangunan rumah tahfiz menjadi bukti sinergi antara DPRD, masyarakat, dan pengurus masjid.Menurut dia, program tersebut lahir dari kebutuhan warga dan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran anggota dewan.

camat Padang Selatan Wilman Muchtar yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menilai pengembangan rumah tahfiz sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, terutama penguatan smart Surau dan pembinaan generasi islami.

Di Kecamatan Lubuk Begalung, wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, S.AP., juga turun menyerap aspirasi warga saat reses masa sidang III tahun 2026 di Mushalla Nurul Yaqin, RW II Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Senin (4/5/2026). pertemuan itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan yang paling mendesak di lingkungan mereka.

Dalam dialog tersebut, warga meminta perbaikan jalan rusak dan berlubang, normalisasi drainase yang kerap tersumbat saat hujan deras, serta pengaktifan kembali lampu PJU yang mati di sejumlah titik sepanjang RW II.

mereka juga mengusulkan perbaikan Mushalla nurul Yaqin dan bantuan untuk kongsi kematian di kawasan itu.

Jupri menegaskan seluruh masukan akan dicatat dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Kota Padang. ia memastikan aspirasi yang bersifat mendesak akan dikawal dan dikoordinasikan dengan pemerintah kota melalui dinas terkait.