Tutup
EkonomiInvestasiNews

OJK Siapkan Pengumuman Direksi Baru BEI Sebelum RUPS

75
×

OJK Siapkan Pengumuman Direksi Baru BEI Sebelum RUPS

Sebarkan artikel ini
bocoran-jajaran-direksi-baru-bei-terpilih,-ojk:-paling-lambat-22-juni
Bocoran Jajaran Direksi Baru BEI Terpilih, OJK: Paling Lambat 22 Juni

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan proses seleksi jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki tahap krusial. Nama-nama terpilih akan diumumkan sekitar sepekan sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa OJK Hasan Fawzi mengatakan proses seleksi masih berjalan. Dua paket calon direksi telah masuk dan kini menjalani verifikasi administrasi.

“Paling lambat satu minggu sebelum pelaksanaan RUPS bursa (BEI), kalau tidak salah RUPS-nya tanggal 29 Juni, jadi paling lambat 22 Juni akan kami umumkan,” ujar Hasan Fawzi saat ditemui di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan masa pendaftaran calon direksi BEI masih dibuka hingga 4 Mei 2026. Setelah itu, OJK memiliki waktu sekitar satu setengah bulan untuk menyaring dan menetapkan komposisi direksi terbaik yang akan memimpin BEI selama empat tahun ke depan.

Proses seleksi berlangsung di tengah dinamika besar di pasar modal domestik. OJK telah membentuk panitia seleksi untuk menjaring kandidat terbaik bagi direksi BEI,PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),dan komisaris PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hasan berharap, dengan waktu sekitar 1,5 bulan sejak penutupan pendaftaran hingga target pengumuman, pihaknya dapat menentukan komposisi direksi terbaik untuk mengelola dan mengembangkan BEI.

Ia juga meminta para calon direksi benar-benar memahami tugas yang akan mereka jalankan di tengah berbagai tantangan pasar dan kondisi perekonomian global yang semakin kompleks. OJK, kata Hasan, menaruh harapan besar pada jajaran direksi baru BEI untuk memperkuat sinergi dalam mendorong reformasi dan pendalaman pasar modal nasional.

“Kami di OJK ingin memastikan ada mitra direksi bursa (BEI) yang terbaik yang bisa mengawal agenda-agenda reformasi integritas dan agenda pendalaman pasar yang kami gagas di OJK bersama seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) di pasar modal,” ucap Hasan Fawzi.

Lebih lanjut, Hasan menyebut komposisi lima calon direksi akan mencerminkan keterwakilan berbagai pemangku kepentingan di pasar modal, mulai dari anggota bursa (AB), emiten, profesional, hingga regulator.

“Ini ada unsur keterwakilan. Ada dua yang harus ada sumber dari para Anggota Bursa supaya mereka juga merepresentasikan kepentingan pelaku utama, kemudian satu dari emiten, dan ada satu lainnya dari profesional, ada satu dari regulator, dan sebagainya,” jelas hasan.