Tutup
Regulasi

Peluang Perluasan Transaksi Mata Uang Lokal Semakin Terbuka Lebar

203
×

Peluang Perluasan Transaksi Mata Uang Lokal Semakin Terbuka Lebar

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus menggenjot implementasi *Local Currency Transaction* (LCT) sebagai strategi utama untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional. Kebijakan ini dinilai krusial seiring dengan besarnya porsi mitra dagang Indonesia yang berasal dari negara-negara non-dolar.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menyatakan bahwa struktur perdagangan saat ini membuka peluang besar untuk perluasan penggunaan mata uang lokal. Langkah ini diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia terus memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, serta mengurangi volatilitas nilai tukar,” ujar Ferry dalam acara Bank of China Multilateral Business Dialogue di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Data menunjukkan performa LCT yang signifikan. Hingga Februari 2026, nilai transaksi LCT mencapai US$ 8,45 miliar, melonjak drastis dari US$ 3,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Begitu pula dengan jumlah pengguna yang meningkat pesat menjadi 14.621 entitas, jauh melampaui rata-rata bulanan tahun 2025 yang berada di angka 9.720 pengguna.

Saat ini, skema LCT telah diterapkan dengan enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Pengaturan ini dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kelistrikan, hingga transportasi.

Ferry mencatat, partisipasi BUMN dalam transaksi LCT saat ini baru mencapai 10–19 persen. Angka tersebut dipandang sebagai peluang besar untuk ekspansi lebih luas. Untuk mendukung percepatan adopsi ini, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas LCT Nasional yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga.

Gugus tugas tersebut bertugas menyiapkan berbagai fasilitas, insentif, dan penyederhanaan proses bagi pelaku usaha. Skema LCT sendiri memungkinkan penyelesaian transaksi lintas batas dilakukan secara langsung menggunakan mata uang lokal, dengan dukungan mekanisme pengawasan serta *Appointed Cross Currency Dealer*.

Adapun neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 1,27 miliar. Capaian ini utamanya didorong oleh ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, minyak sawit, serta produk besi dan baja. Pengembangan LCT diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjaga efisiensi transaksi di tengah dinamika ekonomi internasional.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…