Tutup
Regulasi

Peluang Perluasan Transaksi Mata Uang Lokal Semakin Terbuka Lebar

147
×

Peluang Perluasan Transaksi Mata Uang Lokal Semakin Terbuka Lebar

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus menggenjot implementasi *Local Currency Transaction* (LCT) sebagai strategi utama untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional. Kebijakan ini dinilai krusial seiring dengan besarnya porsi mitra dagang Indonesia yang berasal dari negara-negara non-dolar.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menyatakan bahwa struktur perdagangan saat ini membuka peluang besar untuk perluasan penggunaan mata uang lokal. Langkah ini diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia terus memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, serta mengurangi volatilitas nilai tukar,” ujar Ferry dalam acara Bank of China Multilateral Business Dialogue di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Data menunjukkan performa LCT yang signifikan. Hingga Februari 2026, nilai transaksi LCT mencapai US$ 8,45 miliar, melonjak drastis dari US$ 3,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Begitu pula dengan jumlah pengguna yang meningkat pesat menjadi 14.621 entitas, jauh melampaui rata-rata bulanan tahun 2025 yang berada di angka 9.720 pengguna.

Saat ini, skema LCT telah diterapkan dengan enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Pengaturan ini dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kelistrikan, hingga transportasi.

Ferry mencatat, partisipasi BUMN dalam transaksi LCT saat ini baru mencapai 10–19 persen. Angka tersebut dipandang sebagai peluang besar untuk ekspansi lebih luas. Untuk mendukung percepatan adopsi ini, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas LCT Nasional yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga.

Gugus tugas tersebut bertugas menyiapkan berbagai fasilitas, insentif, dan penyederhanaan proses bagi pelaku usaha. Skema LCT sendiri memungkinkan penyelesaian transaksi lintas batas dilakukan secara langsung menggunakan mata uang lokal, dengan dukungan mekanisme pengawasan serta *Appointed Cross Currency Dealer*.

Adapun neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 1,27 miliar. Capaian ini utamanya didorong oleh ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, minyak sawit, serta produk besi dan baja. Pengembangan LCT diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjaga efisiensi transaksi di tengah dinamika ekonomi internasional.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…