Tutup
EkonomiPerbankan

Pemerintah Gelontorkan Bansos Triliunan, Keluarga Rentan Jadi Prioritas

251
×

Pemerintah Gelontorkan Bansos Triliunan, Keluarga Rentan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
pemerintah-kucurkan-bansos-rp17,5-t-jelang-lebaran,-apa-saja-jenisnya?
Pemerintah Kucurkan Bansos Rp17,5 T Jelang Lebaran, Apa Saja Jenisnya?

Jakarta – Pemerintah menggelontorkan dana bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Hari Raya Lebaran. Bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal I 2026.

menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, bansos ini menyasar keluarga miskin dan rentan.

“Ada dua jenis bansos. Pertama, bansos reguler berupa bantuan sembako dan Programme Keluarga Harapan (PKH),” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2).

Bansos reguler ini menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp17,5 triliun.

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif untuk penanganan bencana.

“Kedua adalah bansos adaptif, termasuk untuk kebencanaan di Sumatera dan beberapa wilayah lain, dengan nilai lebih dari Rp2,3 triliun,” kata Gus Ipul.

Kemensos juga mengalokasikan anggaran untuk bansos asistensi rehabilitasi sosial. Total anggaran bansos tahun ini mencapai sekitar Rp20 triliun.

Realisasi penyaluran bansos saat ini telah melampaui Rp17 triliun.

“Sisanya akan menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaallah sampai Lebaran,” imbuh Gus Ipul.

Penyaluran bansos akan berlanjut pada kuartal kedua tahun ini, yaitu April hingga Juni.

Gus Ipul menegaskan, penerima bansos bersifat dinamis. data penerima mengacu pada data tunggal yang dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Penerima manfaat itu sifatnya dinamis karena kita berpedoman kepada data tunggal yang dimutakhirkan secara berkelanjutan oleh BPS,” jelasnya.

Dengan mekanisme ini, seseorang bisa menerima bansos di satu kuartal dan tidak di kuartal berikutnya, atau sebaliknya.

Kemensos menggunakan berbagai kanal dalam penyaluran bansos, termasuk pembukaan rekening dan distribusi melalui PT Pos Indonesia.

Pemerintah juga membuka partisipasi publik untuk pemutakhiran data melalui jalur formal di tingkat RT/RW hingga pemerintah daerah.

Masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui call center, WhatsApp center, dan aplikasi Cek Bansos.

gus Ipul menambahkan, hasil verifikasi dan validasi data akan diperingkatkan ke dalam desil kesejahteraan.

Fokus utama bantuan diarahkan kepada kelompok paling rentan.

“Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4,” pungkasnya.