AgrobisnisIndustri

Petani Pessel Berpotensi Garap Budidaya Bawang Merah

314
×

Petani Pessel Berpotensi Garap Budidaya Bawang Merah

Sebarkan artikel ini
Buruh tani membersihkan bawang merah usai panen di desa Majakerta, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (22/4). Petani bawang mengeluhkan turunnya harga bawang merah dari harga 20.000 per kilogram menjadi Rp. 9.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/Rei/pd/15.

Pesisir Selatan — Walaupun Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi pengembangan budidaya bawang merah mencapai 2.500 hektar, tapi potensi itu belum tergarap secara maksimal.

Hal itu dampak dari masih rendahnya minat masyarakat petani melakukan budidaya tanaman itu di Pesisir Selatan. Karena rendah, sehingga untuk kebutuhan konsumsi masih harus dipasok dari luar daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Pesisir Selatan, Nuzirwan, Senin 21 September 2020 di Painan, dan menjelaskan bahwa kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap bawang merah di daerah itu mencapai 18.750 ton dalam satu tahun.

“Karena potensi pengembangan bawang merah dataran rendah belum tergarap sesuai dengan potensi yang dimiliki, sehingga untuk kebutuhan konsumsi masyarakat masih dipasok dari luar daerah. Walau demikian kita optimis kebutuhan ini akan bisa terpenuhi nantinya bila potensi ini tergarap secara maksimal,” katanya.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.