Tutup
EkonomiPerbankan

Purbaya Gelar Rapat Dadakan saat Rupiah Tembus Rp17.500

68
×

Purbaya Gelar Rapat Dadakan saat Rupiah Tembus Rp17.500

Sebarkan artikel ini
rupiah-tembus-rp17.500,-purbaya-gelar-rapat-dadakan-di-lobi-kemenkeu
Rupiah Tembus Rp17.500, Purbaya Gelar Rapat Dadakan di Lobi Kemenkeu

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bergerak cepat merespons tekanan di pasar keuangan dengan menggelar rapat mendadak bersama sejumlah pejabat Kementerian Keuangan di lobi Gedung Djuanda I,Jakarta,selasa (12/5). Pertemuan itu berlangsung saat rupiah sempat tertekan hingga menembus Rp17.500 per dolar AS.

Rapat sekitar satu jam tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun,Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto,Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti,serta Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

Usai pertemuan, Purbaya menyebut pembahasan diarahkan pada kesiapan pemerintah memanfaatkan skema Bond Stabilization Fund atau BSF untuk meredam gejolak di pasar keuangan. Ia hanya memberi jawaban singkat saat ditanya soal isi rapat.

“Kira-kira terkait itu,” kata Purbaya.

Namun, Purbaya belum mau menjelaskan teknis pelaksanaannya.Ia menegaskan strategi tersebut sengaja belum dipublikasikan agar tidak terbaca pihak lain yang berkepentingan di pasar.

“Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tahu nanti musuh tahu,” ujarnya.

Menurut Purbaya, skema BSF akan dipakai untuk menjaga stabilitas pasar obligasi sekaligus membantu menopang nilai tukar rupiah. Langkah awalnya akan difokuskan pada intervensi di pasar surat berharga negara atau SBN agar imbal hasil tetap menarik di mata investor.

Dalam mekanisme itu, dana BSF akan digunakan untuk membeli SBN yang dilepas investor asing. Pemerintah, kata Purbaya, akan bergerak bertahap dengan memulai dari pasar obligasi sebelum merambat ke pasar valuta asing.

“Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond,nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” kata dia.

Purbaya menambahkan, pada tahap awal langkah tersebut akan mengandalkan kas negara. Ia menilai mekanisme itu belum perlu dibawa ke forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Sebelumnya, Purbaya juga sudah menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan akan mulai membantu Bank Indonesia menahan tekanan rupiah pada Rabu (13/5). “Kita akan mulai membantu besok,” ujarnya saat menanggapi pelemahan mata uang rupiah yang sempat menembus Rp17.500 per dolar AS.