Tutup
EkonomiNews

Purbaya Mengusulkan Duit Gantikan MBG, Kemenkeu Menegaskan

288
×

Purbaya Mengusulkan Duit Gantikan MBG, Kemenkeu Menegaskan

Sebarkan artikel ini
heboh-purbaya-mau-ganti-mbg-dengan-duit,-kemenkeu-tegaskan-ini
Heboh Purbaya Mau Ganti MBG dengan Duit, Kemenkeu Tegaskan Ini

Jakarta – Kementerian Keuangan (kemenkeu) membantah isu yang beredar di media sosial mengenai perubahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi uang tunai. Kemenkeu menegaskan informasi tersebut hoaks.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menyatakan unggahan di TikTok yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi sadewa mengusulkan perubahan penyaluran program MBG adalah tidak benar.

“Dengan ini kami menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks,” tegas Deni dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).

Kemenkeu mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau pegawai Kemenkeu. Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Sebelumnya, unggahan di TikTok berupa foto dan video menarasikan Menkeu Purbaya mengusulkan penyaluran program MBG diubah dari makanan menjadi uang tunai. Unggahan itu dipublikasikan berbagai akun dan mendapat banyak interaksi.

Kemenkeu mencatat realisasi anggaran program MBG per 18 November 2025 mencapai Rp41,3 triliun atau 58,2 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp71 triliun.

Program ini telah menjangkau 41,9 juta penerima dengan 15.369 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya menyampaikan masih terdapat Rp30 triliun yang dapat dialokasikan untuk program MBG pada November dan Desember 2025.

“tentu alokasi kita sesuaikan, karena target Bapak Presiden (Prabowo Subianto) adalah 82,9 juta penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Indonesia,” ujar Suahasil.

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbesar, yaitu 25,68 juta orang, diikuti Sumatera (8,6 juta orang), Sulawesi (2,74 juta orang), Bali-Nusa Tenggara (2,15 juta orang), Kalimantan (1,70 juta orang), serta Maluku-Papua (0,69 juta orang).

Program MBG juga telah menyerap 556.735 tenaga kerja per 18 November 2025. Pemerintah mempercepat realisasi program MBG menjelang akhir tahun, dengan peningkatan dua kali lipat menjadi Rp41,3 triliun per 18 November 2025, dibandingkan realisasi Rp20,6 triliun per 3 Oktober 2025.