Tutup
EkonomiIndustriNewsTeknologi

Robot AI Ambil Alih Pekerjaan, Serikat Pekerja Waspada

330
×

Robot AI Ambil Alih Pekerjaan, Serikat Pekerja Waspada

Sebarkan artikel ini
robot-ai-ambil-alih-pekerjaan-kasar,-profesi-kerah-biru-mulai-tak-aman?
Robot AI Ambil Alih Pekerjaan Kasar, Profesi Kerah Biru Mulai Tak Aman?

Jakarta – Serikat pekerja di Amerika Serikat (AS) kini dilanda kekhawatiran. Pasalnya, kecerdasan buatan (AI) semakin pesat merambah sektor fisik.

Robot ber-AI mulai menggantikan peran manusia di pabrik,gudang,hingga sektor teknis.

perkembangan ini mengancam pekerjaan blue collar yang selama ini dianggap aman dari otomatisasi.

Selama ini, perbincangan soal AI lebih banyak terfokus pada otomatisasi tugas administratif dan pengolahan data.

Namun, integrasi AI dengan robot yang mampu berinteraksi dengan dunia nyata menghadirkan tantangan baru.

Asisten Direktur Riset Communications Workers of America (CWA), Dan Reynolds, menyebut situasi ini sebagai perubahan skala besar.

“Integrasi AI dalam robot fisik menghadirkan tantangan yang benar-benar berbeda di luar model bahasa besar,” ujarnya.

Reynolds menambahkan, kemampuan robot untuk bergerak, menangani benda, dan bekerja di lapangan menjadi ancaman nyata bagi tenaga kerja manusia.

Senada, Direktur Sumber Daya Strategis International Association of Machinists and Aerospace Workers (IAM), David White, mengungkapkan kekhawatirannya.

“Perkembangan robot AI terjadi sangat cepat, menyulitkan pekerja, serikat, dan pembuat kebijakan untuk merencanakan strategi perlindungan dan adaptasi,” kata White.

White menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan oleh serikat pekerja agar tidak terkejut saat teknologi mulai menggantikan peran manusia.

Namun, ada pula pandangan kritis terhadap klaim otomatisasi.

Media Coordinator International Brotherhood of Teamsters, Matt McQuaid, menyoroti bahwa industri teknologi sering menjanjikan robot otonom seperti truk tanpa sopir yang “tiba tahun depan,” namun belum sepenuhnya terwujud.

“Ada banyak janji berlebihan dan realisasi yang kurang di industri teknologi,” pungkas McQuaid, mengingatkan bahwa hype teknologi tidak selalu sejalan dengan kenyataan di lapangan.