Investasi

Rockefeller Foundation Investasi di Startup Pertanian Rendah Emisi Rize

78
×

Rockefeller Foundation Investasi di Startup Pertanian Rendah Emisi Rize

Sebarkan artikel ini
Kantor pusat Rize dan ilustrasi teknologi pertanian berkelanjutan di Asia Tenggara.
Rize meraih pendanaan Seri B senilai US$31 juta untuk memperluas operasional dekarbonisasi pertanian.

SINGAPURA – Perusahaan agritech Rize berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai US$31 juta atau setara dengan Rp500 miliar untuk memperluas operasional dekarbonisasi pertanian di Asia Tenggara. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh BNP Paribas Asset Management Alts dengan partisipasi dari The Rockefeller Foundation.

Investor terdahulu, yakni Temasek dan Breakthrough Energy Ventures besutan Bill Gates, turut mengambil bagian dengan menambah nilai investasi mereka. Total akumulasi dana yang telah dihimpun Rize kini mencapai US$47 juta atau sekitar Rp800 miliar.

Co-Founder dan CEO Rize, Dhruv Sawhney, menyatakan bahwa dukungan finansial tersebut merupakan pengakuan atas fondasi bisnis yang telah dibangun perusahaan. Modal ini akan digunakan untuk memperkuat ekosistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi petani kecil.

Rize memfokuskan operasinya untuk menyasar pasar Indonesia dan Vietnam sebagai prioritas utama. Perusahaan ini beroperasi sebagai entitas joint venture yang dirancang untuk menekan emisi gas rumah kaca di sektor pertanian.

Sektor budidaya padi menjadi sorotan utama karena menyumbang sekitar 12 persen dari total emisi metana global. Emisi ini terbentuk akibat praktik penggenangan lahan sawah secara terus-menerus yang menciptakan kondisi anaerobik atau minim oksigen.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rize menerapkan teknik Alternate Wetting and Drying (AWD). Metode ini dilakukan dengan mengatur pola irigasi sawah secara bergantian antara kondisi basah dan kering.

Teknik yang direkomendasikan oleh International Rice Research Institute (IRRI) ini diklaim mampu memangkas emisi metana hingga 50 persen. Selain itu, metode AWD dapat menghemat penggunaan air sebanyak 20 hingga 30 persen.

Penerapan teknologi ini juga ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga 30 persen tanpa mengurangi volume hasil panen. Hingga saat ini, Rize telah bermitra dengan sekitar 17 ribu petani kecil yang mengelola lebih dari 50 ribu hektar lahan.

Dana segar tersebut akan dialokasikan untuk mengembangkan sistem penelusuran rantai pasok yang lebih transparan. Hal ini bertujuan agar beras rendah emisi dapat dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Perusahaan juga berencana memperluas jangkauan layanan melalui pembukaan platform bagi penyedia teknologi dan pelaku bisnis input pertanian. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat kepatuhan terhadap standar batas maksimum residu pestisida di kawasan Asia Tenggara.

Alexandre Martin-Min, Head of Natural Capital & Impact Investments BNP Paribas Asset Management Alts, menyebut investasi ini selaras dengan strategi perusahaan dalam mengelola ekosistem alam. Fokus utamanya adalah memadukan praktik pertanian berkelanjutan dengan pembiayaan karbon yang terverifikasi.

Pihak The Rockefeller Foundation menyatakan keterlibatan mereka didorong oleh misi untuk membantu petani menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya. Dukungan ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi petani dalam menjangkau pasar global.