Tutup
Regulasi

Rupiah Melemah? Ini Prediksi Kurs Dolar Kamis 7 Januari 2026

178
×

Rupiah Melemah? Ini Prediksi Kurs Dolar Kamis 7 Januari 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Rupiah kembali tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Rabu (7/1/2026), melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi.

Data *Bloomberg* mencatat, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.780 per dolar AS, melemah 0,13% dibandingkan penutupan sesi sebelumnya di Rp 16.758.

Senada, kurs rupiah Jisdor juga terkoreksi Rp 23 atau 0,14% menjadi Rp 16.785 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan ini sejalan dengan tekanan yang dialami mata uang regional dan global lainnya akibat penguatan dolar AS.

“Rupiah sendiri juga masih tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI),” ujar Lukman.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga ini membuat aliran dana asing cenderung lebih berhati-hati, sehingga semakin membebani pergerakan rupiah.

Untuk perdagangan Kamis (8/1/2026), Lukman memperkirakan rupiah masih akan fluktuatif dan cenderung tertekan di kisaran Rp 16.700 – Rp 16.850 per dolar AS.

Pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS. Jika data menunjukkan pelemahan, tekanan terhadap rupiah berpotensi mereda.

Sentimen positif juga dapat datang dari dalam negeri jika data cadangan devisa dan indeks kepercayaan konsumen Indonesia menunjukkan perbaikan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…