Tutup
Regulasi

Rupiah Melemah ke Rp17.881, Pasar Cermati Harga Minyak dan Suku Bunga

156
×

Rupiah Melemah ke Rp17.881, Pasar Cermati Harga Minyak dan Suku Bunga

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini. Mata uang Garuda turun 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.881 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.846 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut pelemahan ini dipicu oleh tingginya volatilitas harga minyak dunia. Pasar saat ini merespons beragam berita terkait negosiasi gencatan senjata di Timur Tengah yang masih belum memberikan kepastian.

“Harga minyak tetap sangat fluktuatif karena pasar bereaksi terhadap berita yang saling bertentangan seputar negosiasi gencatan senjata,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Jumat.

Sentimen global juga diperparah oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), yakni inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan menahan suku bunga di level tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Kondisi tersebut mendorong terjadinya arus modal keluar (*capital outflow*) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Investor cenderung memindahkan aset mereka ke instrumen berisiko rendah di AS, seperti obligasi, yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp17.883 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.789 per dolar AS.

Peluang Rupiah Menguat

Meski saat ini tertekan, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, melihat adanya peluang bagi rupiah untuk kembali menguat (*rebound*) ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.200 per dolar AS pada semester II 2026.

Menurut Rahma, titik balik rupiah sangat bergantung pada meredanya variabel eksternal. Jika data ekonomi AS menunjukkan pendinginan signifikan—seperti angka pengangguran yang naik dan inflasi di bawah 3 persen—pasar diprediksi akan kembali melirik obligasi Indonesia (SBN).

“Jika inflasi AS melandai, pasar akan kembali bertaruh pada pemangkasan bunga. Ini akan berdampak pada penurunan *yield Treasury* AS sehingga aliran modal kembali masuk ke Indonesia,” jelas Rahma.

Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik investor asing. Dengan imbal hasil di atas 7,3 hingga 7,5 persen, instrumen ini dinilai mampu menciptakan pasokan dolar baru di pasar domestik.

Secara musiman, tekanan terhadap rupiah biasanya meningkat pada kuartal II akibat aktivitas repatriasi dividen oleh korporasi asing. Namun, memasuki Juli dan Agustus, tekanan tersebut diperkirakan mereda.

Rahma menambahkan, stabilitas harga minyak dunia yang turun ke kisaran 75 hingga 80 dolar AS per barel juga akan membantu neraca perdagangan Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa efektivitas kebijakan moneter maupun administratif, seperti aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE), akan sangat bergantung pada respons dan psikologi pasar ke depan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir. Meski begitu, investor ritel masih mempertanyakan apakah investasi emas, khususnya emas batangan, tetap menarik di tengah lebar spread harga jual dan buyback. Melansir Trading Economics pukul 17.59 WIB, harga emas spot naik 0,96% secara harian menjadi US$ 4.538 per ons troi. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas masih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat (29/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 17.881 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,91% dari level Rp 17.717 per dolar AS pada Jumat (22/5). Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,52% secara harian ke Rp 17.883 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,93% dari level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI bergerak di bawah US$ 100 per barel seiring dengan laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) – Iran menyepakati memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Mengutip Trading Economics Jumat (29/5/2026) pukul 11.07 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 88,02 per barel, menurun 8,78% dalam sepekan. Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwy Assegaf mengatakan, harga minyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi. Pukul 09.12 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,07% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.846 per dolar AS. Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,51%, disusul rupiah yang melemah 0,07%, dolar Singapura melemah 0,05%, Yen Jepang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Periode penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri Sukuk Tabungan 016 (ST016) akan berakhir awal Juni 2026. Jelang berakhirnya penawaran, target penjualan ST016 hampir terpenuhi. Simak cara investasi sukuk ST016 sebelum kehabisan kuota. Masa penawaran sukuk ST016 akan berakhir pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk…