Tutup
TeknologiTelekomunikasi

Satelit N5 Orbit Kalimantan, Internet Merata ke Pelosok

333
×

Satelit N5 Orbit Kalimantan, Internet Merata ke Pelosok

Sebarkan artikel ini
indonesia-cetak-sejarah-lewat-satelit-n5
Indonesia Cetak Sejarah Lewat Satelit N5

Jakarta – Satelit Nusantara Lima (SNL) atau Satelit N5 berhasil mencapai orbit geostasioner di 113 derajat bujur Timur, tepat di atas Pulau Kalimantan. Satelit ini mengorbit pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi.

Kabar baik ini diumumkan pada Kamis (29/1/2026).

Keberhasilan ini menandai rampungnya tahapan electric Orbit Raising (EOR), yaitu fase perjalanan satelit menuju orbit tujuan dengan menggunakan sistem propulsi listrik.

Sistem ini secara bertahap mengubah orbit elips menjadi orbit lingkaran. SNL diluncurkan dari Cape Canaveral,Florida,Amerika Serikat (AS) pada 12 September 2025 menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit nusantara (PSN), Adi rahman Adiwoso, menyebut kedatangan Satelit N5 sebagai pencapaian strategis.

“Ini juga menjadi tonggak penting dalam penguatan infrastruktur satelit nasional dan mewujudkan kedaulatan antariksa Indonesia,” ujarnya.

Satelit ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Dengan akses internet yang terjangkau, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian, layanan publik, kesehatan, lingkungan, serta pertahanan dan keamanan.

“Keberhasilan proses EOR menegaskan kesiapan teknologi satelit ini untuk memasuki tahapan berikutnya,” kata Adi Rahman Adiwoso, Minggu (1/2/2026).

SNL merupakan bagian dari komitmen PSN dalam menghadirkan konektivitas berkapasitas besar dan andal untuk Indonesia.

Satelit ini menggunakan teknologi Very high Throughput Satellite (VHTS) dengan total kapasitas lebih dari 160 Gbps. SNL menggunakan platform Boeing 702MP dan memiliki 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

SNL diklaim sebagai Teh Most Advanced VHTS di dunia, bahkan lebih kuat dari satelit lain di kawasan Asia. Terminal satelit (VSAT) N5 juga diklaim sangat canggih dan mutakhir.

Dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar, PSN juga mampu menyediakan layanan broadband hingga ke negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina.

Satelit ini dirancang memiliki usia operasional lebih dari 15 tahun dan mengusung teknologi digital payload untuk pengelolaan lalu lintas data yang lebih fleksibel serta efisien. Dengan beroperasinya Satelit N5, Indonesia akan memiliki kapasitas lebih dari 400 Gbps, yang merupakan terbesar di Asia Pasifik.

Sebagai informasi, Gross Merchandise Value (GMV) Indonesia diproyeksikan mencapai US$360 miliar pada 2030. Dengan proyeksi tersebut, Indonesia digadang-gadang menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara.

Project Director SNL sekaligus Direktur Teknologi PSN, Satrio Adiwicaksono, menjelaskan bahwa setelah tiba di orbit, satelit akan segera memasuki fase pengujian (testing).