BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung membatalkan seluruh perjalanan KA Siliwangi untuk keberangkatan Kamis, 23 April 2026. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya gogosan atau penggerusan struktur tanah pada jalur kereta di petak jalan Cibeber–Lampegan.
Manager Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh tingginya debit air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur pada Rabu, 22 April 2026. Lokasi gogosan berada di KM 73+9/0, titik yang sama dengan insiden serupa pada 19 April lalu.
“KAI Daop 2 Bandung terus mengoptimalkan upaya perbaikan dengan memperkuat tubuh ban rel melalui penambahan material pada area yang terdampak. Kami menargetkan proses perbaikan ini selesai hari ini,” ujar Kuswardojo dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).
Akibat gangguan ini, total enam perjalanan KA Siliwangi pada Kamis terpaksa dihentikan. Sebelumnya, pada Rabu malam, KAI juga telah membatasi operasional KA Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi yang hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Cibeber, mulai pukul 20.38 WIB.
Kuswardojo menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi kepada para pelanggan atas kesabaran dan pengertian mereka. Ia menegaskan bahwa pihak KAI berkomitmen penuh untuk memulihkan kondisi jalur agar perjalanan kereta api kembali aman dan lancar.
Pihaknya menargetkan perbaikan selesai sesuai jadwal sehingga operasional kereta dapat segera pulih. “Dengan selesainya perbaikan ini, diharapkan perjalanan KA Siliwangi dapat kembali beroperasi secara normal mulai Jumat, 24 April 2026,” pungkasnya.







