Yogyakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Papua selesai pada bulan ini. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan hingga berkali-kali lipat, seperti yang telah terjadi di Biak, Papua.
Sakti menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan kampung nelayan di Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Peninjauan ini merupakan bagian dari serangkaian kunjungan kerja ke berbagai lokasi pembangunan kampung nelayan di Pulau Jawa.
Menurutnya, progres pembangunan kampung nelayan di Jawa secara umum sudah melampaui 90 persen.
Di Kampung Nelayan Poncosari, KKP menyiapkan berbagai fasilitas perikanan yang meliputi infrastruktur bangunan, sarana prasarana rantai dingin, serta sarana penangkapan ikan.
Infrastruktur bangunan mencakup kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku, pabrik es, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, hingga shelter perbaikan jaring.
Untuk sarana prasarana rantai dingin, disiapkan mesin gudang beku portabel, pabrik es portabel, mobil berpendingin, serta puluhan unit coolbox.
Selain itu, KKP juga menyediakan sarana prasarana penangkapan ikan, termasuk 10 unit kapal di atas 5 GT, 100 unit mesin kapal, dan ratusan alat tangkap ikan ramah lingkungan.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Trian Yunanda, menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama tahun 2025 telah rampung di 65 lokasi, salah satunya di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Selatan.
Sebagian besar proyek ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir Januari 2026.
Sementara itu, penyelesaian di lokasi terdampak banjir dan longsor ditargetkan paling lambat pada Februari 2026. Daerah yang mendapatkan perpanjangan masa pembangunan meliputi Langsa, Bireun, Aceh Utara, dan Padang Pariaman.
“Meski begitu, kami tetap berkomunikasi dengan kontraktor dan pemerintah daerah setempat. Kami berharap proyek-proyek ini dapat selesai pada Januari,” ujar Trian.
Sebagai informasi, KKP mengalokasikan dana hingga Rp1,34 triliun untuk membangun 65 kampung nelayan di seluruh Indonesia.







