Tutup
NewsPeristiwa

Sinkhole Situjuah Batua Jadi Magnet Wisata Dadakan, MUI Sumbar Waspadai Potensi Syirik

372
×

Sinkhole Situjuah Batua Jadi Magnet Wisata Dadakan, MUI Sumbar Waspadai Potensi Syirik

Sebarkan artikel ini
Sinkhole di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Sinkhole di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Limapuluh Kota – Fenomena alam sinkhole yang muncul di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, kini menjadi daya tarik wisata dadakan yang memicu kekhawatiran.

Masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi, bahkan tak sedikit yang membawa pulang air dari sinkhole tersebut.

Keyakinan akan khasiat air sinkhole itu, meski belum teruji secara ilmiah, memunculkan peringatan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat terkait potensi kesyirikan.

Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, menegaskan agar masyarakat tidak terjebak dalam keyakinan yang menyesatkan.

Ia mewanti-wanti agar fenomena ini tidak dimanfaatkan dengan alasan pariwisata atau potensi ekonomi yang justru mengabaikan akidah.

“Jangan sampai ada tukang mimpi dan dukun yang membawa cerita pembenaran atas kesesatan masyarakat awam,” ujarnya dikutip dari Harianhaluan, Jumat (9/1/2025).

Buya Gusrizal menjelaskan bahwa MUI Sumbar telah berkoordinasi dengan MUI Kabupaten Lima Puluh Kota dan MUI Nagari setempat untuk mengawasi dan menghentikan praktik-praktik yang berpotensi menyesatkan.

Ia menekankan pentingnya berpegang pada akal sehat dan ilmu pengetahuan.

“Kami sudah amanahkan kepada MUI Kab. 50 Kota dan juga telah sampai ke MUI Nagari agar perbuatan masyarakat itu dihentikan,” tegasnya.

Buya Gusrizal menjelaskan bahwa menyakini sesuatu berkhasiat secara medis tanpa dasar medis yang jelas adalah sebuah kebodohan. Lebih jauh lagi, meyakini sesuatu memiliki khasiat gaib tanpa dasar wahyu yang shahih dari Allah SWT, Sang Pemilik segala kunci keghaiban, adalah keyakinan yang didasarkan pada khayalan atau takhayul, yang kemudian melahirkan khurafat i’tiqad. Perbuatan yang lahir dari khurafat inilah yang disebut sebagai kesyirikan nyata.

Fenomena sinkhole ini memang menarik perhatian karena keindahan alaminya. Airnya yang jernih menyerupai telaga menjadi daya pikat tersendiri.

Namun, MUI Sumbar mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum jelas kebenarannya.

Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang tidak merusak akidah dan keyakinan yang benar.

Koordinasi antara MUI Sumbar, MUI Kabupaten Lima Puluh Kota, dan MUI Nagari terus dilakukan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Diharapkan, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi fenomena ini dan tidak terjerumus dalam praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran agama.