Tutup
EkonomiNews

BKD Dharmasraya Genjot PAD, Realisasi Lampaui Target Awal

69
×

BKD Dharmasraya Genjot PAD, Realisasi Lampaui Target Awal

Sebarkan artikel ini
bkd-dharmasraya-genjot-pad-2026-hingga-rp176-miliar
BKD Dharmasraya Genjot PAD 2026 hingga Rp176 Miliar

Pulau Punjung – Badan Keuangan Daerah Dharmasraya mengebut realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini untuk memperkuat fiskal sekaligus menopang pembangunan. Pada triwulan pertama, setoran PAD bahkan sudah melampaui target awal yang dipatok pemerintah daerah.

Kepala BKD Dharmasraya, Marten Yunus, menyebut target PAD tahun ini berada di kisaran Rp176 miliar. Angka tersebut meningkat dari proyeksi awal yang sebelumnya hanya sekitar Rp156 miliar.

“Realisasi PAD pada triwulan pertama sudah melampaui target. Kami optimistis capaian tahun 2026 bisa maksimal, bahkan berpeluang melewati target,” ujar Marten, selasa (5/5/2026).

Menurut dia, dalam tiga bulan pertama tahun ini PAD ditargetkan lebih dari Rp7,5 miliar. Namun, realisasinya justru menembus di atas Rp13 miliar, atau mencapai 26,10 persen, jauh di atas porsi ideal 15 persen untuk periode yang sama.

BKD kini memperketat pemungutan pajak dan retribusi daerah agar tren positif itu berlanjut.di saat bersamaan, instansi ini juga mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan untuk mendorong layanan yang lebih efisien dan transparan.

Marten menambahkan, pembaruan basis data wajib pajak terus dilakukan agar lebih akurat dan terintegrasi. Ia mengatakan, petugas juga turun langsung ke lapangan untuk menggali potensi pendapatan yang belum tergarap optimal.

Pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak ikut diperketat untuk menekan potensi kebocoran penerimaan. BKD menilai data yang valid menjadi fondasi utama dalam membaca dan memaksimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.

Di sisi lain, layanan pembayaran daring dan aplikasi elektronik terus didorong agar transaksi masyarakat berlangsung lebih cepat dan praktis. Langkah ini juga diharapkan membuat proses administrasi keuangan daerah semakin terbuka.

BKD turut menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat soal pentingnya pajak daerah bagi pembangunan. “Kami ingin kesadaran publik naik, sehingga partisipasi masyarakat dalam membayar pajak juga ikut meningkat,” kata Marten.

Selain mengoptimalkan penerimaan yang sudah ada,BKD juga tengah mencari sumber pendapatan baru lewat berbagai inovasi. Marten menegaskan, seluruh upaya itu diarahkan agar target PAD tidak hanya tercapai, tetapi juga berpeluang terlampaui.

Ia menilai kenaikan PAD akan berdampak langsung pada stabilitas keuangan daerah. Dengan ruang fiskal yang lebih kuat, pemerintah daerah diharapkan bisa mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.