Tutup
Perbankan

Status Sindir Viral, Pegawai MBG Purbalingga Kehilangan Pekerjaan

219
×

Status Sindir Viral, Pegawai MBG Purbalingga Kehilangan Pekerjaan

Sebarkan artikel ini
kronologi-staf-dapur-mbg-dipecat-usai-status-wa-sindir-rakyat-jelata
Kronologi Staf Dapur MBG Dipecat usai Status WA Sindir Rakyat Jelata

purbalingga – Seorang pegawai dapur program Makan Bergizi gratis (MBG) di Purbalingga dipecat setelah unggahan status WhatsApp (WA) yang bernada sindiran viral di media sosial. Status tersebut dinilai merendahkan masyarakat.

pegawai yang diketahui bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu membuat status WA pada Minggu (15/3) malam.

Isi status tersebut berbunyi, “peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur.”

Tangkapan layar status tersebut kemudian viral setelah diunggah oleh akun instagram @infopurbalingga.id pada Senin (16/3). Unggahan itu menuai beragam reaksi dari warganet.

Setelah viral, pegawai SPPG tersebut menyampaikan permohonan maaf melalui status WA pada Selasa (17/3). Ia mengakui bahwa penggunaan bahasa dalam statusnya tidak pantas.

“Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. saya menyadari dan mengakui bahwa apa yang telah saya tulis memanglah tidak benar. Bahasa yang telah saya pakai sangatlah tidak pantas,” tulisnya.

Koordinator wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pegawai tersebut berasal dari SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia.

“Betul relawan tersebut dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga,yaitu SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1,Yayasan Samingah Mendidik Indonesia. Dibuat tanggal 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Mei.

Sebagai tindak lanjut, pegawai tersebut telah diberhentikan dan diminta membuat video permohonan maaf kepada masyarakat.

Mei juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menilai peristiwa itu tidak mencerminkan standar pelayanan yang seharusnya.

Kejadian ini akan menjadi evaluasi agar seluruh SPPG di wilayah tersebut dapat meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) serta menjaga etika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.