Tutup
Regulasi

Strategi Fundraise Perusahaan di Tengah Sepinya IPO

303
×

Strategi Fundraise Perusahaan di Tengah Sepinya IPO

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Target jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2025 tidak tercapai, meskipun demikian, nilai penggalangan dana melalui IPO justru meningkat signifikan.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers penutupan perdagangan pasar modal di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12/2025).

“Target 45 IPO hanya tercapai 26, tetapi *fundraise*-nya meningkat menjadi Rp278 triliun dibandingkan tahun lalu yang rata-rata Rp200 triliun,” ungkap Iman.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah perusahaan *lighthouse* (perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp3 triliun) yang melakukan IPO, dari target lima menjadi enam perusahaan.

Dengan capaian ini, jumlah perusahaan yang tercatat di BEI mencapai 956 emiten.

Pengamat pasar modal Indonesia, Reydi Octa, menilai bahwa kualitas IPO pada tahun 2025 mengalami perbaikan, meskipun dari sisi kuantitas tidak terlalu banyak.

Menurutnya, regulator dan penyelenggara pasar lebih ketat dan selektif dalam menyaring emiten yang akan melantai di bursa.

“Investor ritel juga lebih berhati-hati dan rasional, mulai memperhatikan emiten dengan fundamental yang solid, prospek profitabilitas yang jelas, serta rekam jejak manajemen yang kredibel,” kata Reydi.

Dari sisi investor ritel, pasar IPO 2025 dinilai lebih ramah karena informasi yang semakin luas dan model bisnis emiten yang *go public* lebih jelas dengan potensi profitabilitas yang baik.

Berikut adalah rangkuman 26 perusahaan yang berhasil melakukan IPO sepanjang tahun 2025:

Januari

Mengawali tahun 2025, BEI mencatat delapan perusahaan yang melakukan IPO. Pada 8 Januari 2025, PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menjadi tiga emiten pertama yang melantai.

Sehari kemudian, PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) dan PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menyusul.

Pada 13 Januari 2025, giliran PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) mencatatkan sahamnya.

Maret

Setelah sepi pada Februari, BEI kembali kedatangan tiga emiten pada Maret 2025.

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) resmi IPO pada 10 Maret 2025.

Kemudian, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menyusul pada 25 Maret 2025.

Direktur Utama YUPI, Yohanes Teja, menyatakan bahwa IPO ini merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk terus bertumbuh dan berinovasi.

April

Pada April 2025, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dan PT Medela Potentia Tbk (MDLA) resmi IPO.

FORE tercatat pada 14 April 2025, sedangkan MDLA pada 15 April 2025.

Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca, menilai bahwa keputusan FORE untuk IPO di tengah kondisi pasar saat ini adalah tepat karena fundamental bisnis yang kuat.

Mei dan Juli

Pada Mei 2025, hanya ada satu emiten yang IPO, yaitu PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) pada 8 Mei 2025.

Pada Juli 2025, BEI menyambut delapan emiten.

Pada 8 Juli 2025, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dan PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) melakukan IPO.

Sehari kemudian, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menyusul.

Direktur Utama Indokripto Koin Semesta, Ade Wahyu, menyatakan bahwa IPO COIN merupakan sejarah bagi industri aset kripto di Indonesia.

Pada 10 Juli 2025, empat emiten melakukan seremoni pencatatan saham perdana, yaitu PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI), dan PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK).

September dan November

Setelah absen pada Agustus, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melakukan IPO jumbo senilai Rp4,66 triliun pada 23 September 2025.

Nilai IPO EMAS menjadi yang terbesar sepanjang tahun 2025.

Pada November 2025, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menjadi satu-satunya emiten yang IPO.

Desember

Pada bulan terakhir tahun 2025, BEI menyambut dua perusahaan.

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi IPO pada 8 Desember 2025.

Kemudian, PT Super Bank Indonesia (SUPA) menjadi emiten terakhir yang IPO pada 17 Desember 2025.

Superbank mengklaim bahwa IPO ini merupakan momentum penting untuk memperkuat permodalan dan memperluas jangkauan layanan finansial digital.