Tutup
Ekonomi

Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI di G20 dan ASEAN

350
×

Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI di G20 dan ASEAN

Sebarkan artikel ini
Pemerintah memperkuat langkah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan percepatan investasi, kemudahan perizinan, dan peningkatan konsumsi rumah tangga. Langkah itu disampaikan oleh Airlangga Hartarto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2025.

Jakarta – Pemerintah memperkuat langkah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan percepatan investasi, kemudahan perizinan, dan peningkatan konsumsi rumah tangga. Langkah itu disampaikan oleh Airlangga Hartar

Usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2025.

“Presiden memberi arahan terkait perkembangan perekonomian. Dengan pertumbuhan 5,12 persen, kita termasuk tertinggi di G20 dan ASEAN,” ujar Airlangga.Ia menyebut kenaikan itu turut tercermin dari sektor ketenagakerjaan.

Sebanyak 97,73 persen penduduk dalam angkatan kerja telah terserap, setara 3,59 juta orang dalam satu tahun terakhir.

Presiden memandang daya saing dengan negara lain menjadi penting. Karena itu, ia mendorong percepatan reformasi perizinan berusaha.“Pemerintah mengeluarkan PP terkait kemudahan perizinan dengan metode positif. Ini perlu disosialisasikan agar OSS berjalan optimal,” lanjutnya.

Memasuki semester kedua 2025, pemerintah fokus menjaga daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga. Sejumlah program unggulan disiapkan, termasuk dorongan investasi kawasan, ekspor, serta pembiayaan perumahan.

“Untuk perumahan ada FLPP dan KUR perumahan. Kredit bersifat revolving dengan 5 miliar bisa diulang empat kali, sehingga mencapai 20 miliar. Itu untuk mendorong konstruksi melibatkan kontraktor UMKM,” katanya.

Pemerintah melanjutkan fasilitas PPN ditanggung pemerintah 100 persen untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar hingga akhir 2025. Selain itu, program strategis tengah disiapkan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru.

Pembahasan APBN 2026 akan menjadi agenda khusus Presiden pada 15 Agustus. Meski demikian, program non-anggaran yang memperkuat iklim investasi tetap menjadi prioritas kementerian dan lembaga.
“Arahan Presiden, program non-anggaran harus terus didorong. Investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi selanjutnya,” ujarnya.