Tes PCR Diberlakukan, Maskapai Penerbangan Khawatir

  • Whatsapp
Aturan Pemerintah terkait dengan adanya tes  Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Test membuat Maskapai Penerbangan khawatir. Foto : Internet

Jakarta – Aturan Pemerintah terkait dengan adanya tes  Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Test membuat Maskapai Penerbangan khawatir. pasalnya, dengan adanya ketentuan ini masyarakat akan enggan untuk berpergian selama masa pandemi ini.

Menurut sebagian orang, dengan adanya rapid test ini akan menimbulkan permasalahan baru. Karena untuk melakukan test PCR ini masyarakat perlu mengeluarkan biaya kurang lebih sebesar  Rp. 1 juta – Rp. 2,5 juta. Sedangkan untuk melaksanakan rapid test masyarakat dikenakan dana kurang lebih sebesar Rp. 500 Ribu.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan “Tes PCR  yang Rp. 2,5 juta dan beberapa sudah menurunkan harganya itu jauh lebih mahal dari pada tiket berpergian,”. Irfan mengeluhkan hal ini karena akan mempengaruhi minat seseorang untuk membeli tiket pesawat. Dan lagi hal ini akan membuat sektor penerbangan akan sulit bangkit kembali.

Maskapai penerbangan Lion Air Group mengambil langkah lain. Dimana pihak Lion Air Group akan menghentikan sementara penjualan tiket penumpang domestic maupun internasional. Hal ini berlaku pada Jumat 5 Juni 2020 hari ini. Lion Air mengatakan beberapa dari calon penumpang tidak mampu memenuhi kelengkapan dokumen untuk melakukan perjalanan.

Salah satu syarat untuk melakukan perjalanan penerbangan haruslah memiliki surat pernyataan sehat bermatrai. Kewajiban penumpang untuk memiliki hasil tes negatif virus Covid-19 akan memberatkan industri penerbangan.

  • Whatsapp

BERITA TERKAIT