Tutup
Perbankan

Timur Tengah Bergejolak, Indonesia Amankan Pasokan Energi Nasional

215
×

Timur Tengah Bergejolak, Indonesia Amankan Pasokan Energi Nasional

Sebarkan artikel ini
hashim:-ri-siapkan-diversifikasi-energi-hadapi-konflik-timur-tengah
Hashim: RI Siapkan Diversifikasi Energi Hadapi Konflik Timur Tengah

Jakarta – Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah potensi gejolak ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah. Jalur utama perdagangan minyak dunia terancam akibat konflik tersebut.

Utusan Khusus presiden Bidang Iklim dan Energi, hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan hal ini.

Hashim menjelaskan, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Saat ini, wilayah tersebut terdampak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“20 persen dari minyak dunia itu lewat Selat Hormuz. sekarang selama 1 minggu sudah stop, hampir 99,9 persen kapal-kapal itu berhenti tidak bisa melalui Selat Hormuz,” kata Hashim.

Situasi ini mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga US$102-105 per barel. Harga berpotensi naik lebih tinggi jika konflik berlarut-larut.

“Kalau perang ini dengan Iran, Amerika, Iran, Israel ini berlangsung lebih dari satu bulan, lebih dari dua bulan ini bisa jadi masalah besar. Kalau 100 dolar ke atas ada yang bilang bisa dapat 200 dolar per barel minyak. Ini betul-betul dia jadi negatif sekali ya untuk seluruh dunia bukan hanya indonesia. Seluruh dunia,” ujarnya.

Pemerintah mengantisipasi gangguan pasokan dari Timur Tengah dengan mengalihkan sumber impor energi ke negara lain. Salah satunya melalui kerja sama energi dengan Amerika Serikat.

Indonesia menyiapkan skema impor minyak mentah, LNG, dan produk energi dari AS senilai sekitar US$15 miliar.

“Saya kira ini strategi dari pemerintah kita untuk lebih banyak beli dari Amerika, bisa dari Afrika, bisa dari Nigeria, Gabon, supplier dari Afrika yang mungkin jadi pemasok kita. Mungkin Angola juga. So ini harapan kita sumber-sumber minyak dari negara lain, yang selama ini kita beli sekarang kan dari saudi, Irak, ya dari negara Teluk,” kata Hashim.

Diversifikasi ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari timur Tengah yang rawan konflik.

Hashim menegaskan, konflik energi global menjadi momentum untuk mempercepat program swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pengembangan biodiesel, bioetanol, dan energi nabati menjadi langkah jangka menengah dan panjang untuk mengurangi impor energi.

“Maka sekarang ini adalah saat yang tepat untuk kita percepat ya program-program untuk swasembada energi. Salah satu adalah dari Nabati, dari bioenergi, dari etanol ya,” ujarnya.

program bioenergi dari bahan baku seperti tebu dan pohon aren menjadi prioritas percepatan dalam transisi energi nasional.

Hashim mengingatkan, cadangan energi Indonesia terbatas jika terjadi gangguan pasokan global berkepanjangan.

Cadangan minyak nasional diperkirakan hanya cukup untuk 1-3 minggu tanpa pasokan tambahan.

“Kalau cadangan minyak Indonesia cukup bagus ya. Bisa kita bisa bertahan 1-2 minggu saya dengar ya. Sampai mungkin 3 minggu kita ada cadangan minyak,” katanya.

Selain ketahanan energi, Hashim menilai kekuatan Indonesia di sektor sumber daya alam seperti nikel menjadi modal penting menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Indonesia menjadi produsen dan pengolah nikel terbesar di dunia berkat investasi besar di sektor hilirisasi.

“Dalam masa 8 tahun, ya 7 tahun singkat sebetulnya Indonesia sekarang jadi penghasil nikel dan produk-produk nikel ya apa yang diolah di Indonesia. Yang terbesar kita,kalau gak salah kita terbesar di dunia kita melebihi Rusia kita melebihi negara-negara lain,” ujarnya.

Pemerintah perlu menjaga stabilitas harga komoditas tersebut melalui pengaturan produksi agar tidak jatuh terlalu rendah di pasar global.

Selain energi fosil dan hilirisasi mineral, pemerintah mendorong pengembangan energi berbasis pengolahan sampah atau waste to energy di sejumlah kota besar.

Pemerintah telah menetapkan sekitar 30 kota dan kabupaten sebagai lokasi prioritas pengembangan proyek tersebut.

“Sudah diputuskan ada 30 kota dan kabupaten yang akan didukung pemerintah ya. ini berarti apa? PLN itu nanti akan disubsidi oleh APBN ya. So PLN akan bayar fee yang layak, yang fair kepada investor ya. Tapi nanti PLN supaya PLN tidak rugi, PLN akan nanti dikasih subsidi oleh APBN,” kata Hashim.

Langkah tersebut memberikan manfaat energi dan membantu mengatasi persoalan lingkungan dari timbunan sampah perkotaan.

“ini ada dampak dua hal, satu ekonomis tentu ya. Tapi yang hal kedua adalah untuk lingkungan hidup,” pungkasnya.