Tutup
Regulasi

VKTR Grup Bakrie Rancang Rights Issue 21,87 Miliar Saham Baru

125
×

VKTR Grup Bakrie Rancang Rights Issue 21,87 Miliar Saham Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Emiten kendaraan listrik milik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), bersiap melakukan aksi korporasi penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau *rights issue*. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 21,87 miliar saham baru.

Chief of Corporate Affairs VKTR, Indah Permatasari Saugi, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlaku.

“Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 21.875.000.000 saham baru dari portepel perusahaan yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI),” ujar Indah dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).

Rencana ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026. Eksekusi *rights issue* sendiri baru akan dilakukan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.

Mengenai harga pelaksanaan dan jumlah final saham, pihak VKTR menyatakan akan menentukan hal tersebut di kemudian hari dan menyampaikannya melalui prospektus resmi.

Perseroan menegaskan bahwa dana hasil *rights issue* akan digunakan untuk memperkuat modal kerja serta mendukung ekspansi bisnis melalui penyertaan modal ke entitas anak perusahaan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.

“Dana yang diperoleh, setelah dikurangi biaya-biaya, akan digunakan untuk modal kerja dan penyertaan modal ke anak perusahaan. Hal ini bertujuan mendukung pengembangan bisnis kami di masa depan,” jelasnya.

VKTR optimistis aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif bagi struktur permodalan serta kondisi keuangan konsolidasi perseroan. Perusahaan menargetkan proses *rights issue* ini akan rampung pada kuartal III/2026.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…