JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (27/5/2026). Investor memilih bersikap hati-hati di tengah menanti perkembangan negosiasi geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kabar dari Iran yang menyatakan telah memperoleh rancangan kerangka kesepakatan dengan Amerika Serikat. Kesepakatan ini berpotensi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dalam waktu satu bulan, dengan syarat penarikan militer AS dan pencabutan blokade laut.
Hingga pukul 09:57 waktu New York, pergerakan indeks utama Wall Street terpantau variatif. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,35% ke level 50.642,33. Sementara itu, S&P 500 naik tipis 0,03% ke posisi 7.521,49 dan Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,01% di level 26.651,99.
Dari 11 sektor utama S&P 500, sebanyak enam sektor berada di zona hijau. Sektor *consumer discretionary* memimpin penguatan dengan kenaikan 1,4%. Sebaliknya, sektor energi melemah 1,5% seiring penurunan harga minyak, dan sektor teknologi turun 0,2% setelah sempat mencetak rekor pada sesi sebelumnya.
CEO sekaligus CIO Laffer Tengler Investments, Nancy Tengler, mengingatkan potensi peningkatan volatilitas pasar setelah berakhirnya musim laporan keuangan. Ia menyebut investor kini akan mengalihkan fokus pada kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik karena minimnya katalis berita baru.
Di sektor teknologi, saham Micron Technology menjadi sorotan setelah kapitalisasi pasarnya menembus USD 1 triliun, dengan kenaikan saham sebesar 3,8%. Namun, pergerakan ini tidak diikuti oleh seluruh sektor semikonduktor, di mana indeks Philadelphia Semiconductor justru turun 0,7% dan saham Nvidia melemah 1,7%.
Fokus pelaku pasar selanjutnya tertuju pada rilis data *Personal Consumption Expenditures* (PCE) pada Kamis mendatang. Data tersebut menjadi acuan utama inflasi yang digunakan The Fed untuk menentukan arah kebijakan suku bunga. Saat ini, pasar cenderung memproyeksikan suku bunga akan tetap stabil hingga akhir tahun.
Beberapa saham mencatat pergerakan signifikan pada perdagangan kali ini:
* Zscaler anjlok 30% setelah proyeksi pendapatan kuartal keempat tidak mencapai ekspektasi pasar.
* GlobalFoundries melemah 9% menyusul rencana penjualan saham oleh pemegang saham mayoritas, Mubadala Investment Company, senilai USD 1,91 miliar.
* Bath & Body Works melonjak 16,5% berkat capaian penjualan dan laba kuartal pertama yang melampaui prediksi.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat masih mendominasi dengan rasio 1,31 banding 1 di bursa NYSE dan 1,15 banding 1 di Nasdaq. Sebanyak 29 saham dalam indeks S&P 500 berhasil menyentuh level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir.







